Jalur Selatan Longsor, 6 Rute Kereta Api Harus Memutar

Akibat rute dialihkan memutar, waktu tempuh perjalanan kereta akan bertambah masing-masing 3 jam.

oleh Aris Andrianto diperbarui 14 Mar 2016, 10:41 WIB
Kereta Api Senja Utama Solo anjlok di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (10/3). 3 gerbong kereta Senja Utama Solo yang tergelincir diantara Stasiun Karet dan Tanah Abang sudah diangkat dan berada di rel. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Liputan6.com, Purwokerto - Akibat hujan deras, jalur rel kereta api di Km 293+0/1 antara stasiun Bojong-Ciamis, Jawa Barat  longsor sepanjang 30 meter, dengan kedalaman sekitar 6 meter. Longsornya badan jalur rel tersebut diketahui berdasarkan laporan warga sekitar kepada petugas Pengatur Perjalanan KA di Stasiun Bojong.

Setelah diperiksa, petugas PT KAI memutuskan untuk sementara jalur rel di lokasi tersebut ditutup dan tidak bisa dilewati KA sembari menunggu selesainya perbaikan.

"Sementara ditutup hingga selesai perbaikan, karena membahayakan perjalanan KA. Pihak PT KAI sendiri langsung mengerahkan petugas ke lokasi untuk menangani gogosnya tubuh jalur KA ini secepatnya," kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto, Surono, Senin (14/3/2016).

Dengan ditutupnya jalur KA di Ciamis, perjalanan kereta api lintas selatan terpaksa harus memutar lewat lintas Purwokerto - Cirebon - Cikampek.

Rute KA yang dialihkah dari arah timur adalah KA Serayu Malam (Purwokerto- Jakarta), KA Pasundan (Surabaya - Kiaracondong), KA Kahuripan (Kediri- Kiaracondong), KA Turangga (Surabaya - Bandung), KA Malabar (Malang - Bandung) dan Lodaya Malam (Solo - Bandung).

Sementara dari arah barat yakni KA Turangga ( Bandung- Surabaya), KA Lodaya Malam ( Bandung- Solo), KA Mutiara Selatan (Bandung- Surabaya) dan KA Malabar (Bandung-Malang).

"KA Pasundan dan KA Serayu Malam yang posisinya sudah sampai Stasiun Banjarpatroman terpaksa harus balik kanan lagi, memutar lewat Kroya - Purwokerto - Cirebon," kata Surono.

Waktu perjalanan kereta api lintas selatan yang terpaksa harus memutar itu akan bertambah, masing-masing sekitar 3 jam. Hal itu merupakan konsekuensi atas bertambahnya jarak tempuh.

"Kami mohon maaf kepada para penumpang karena kereta api akan mengalami keterlambatan sekitar 3-4 jam karena harus melewati rute memutar," ucap Surono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya