Pasca Teror di Thamrin, Pusat Perbelanjaan Sarinah Kembali Normal

Enam ledakan terdengar sampai radius 2 km di kawasan Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1/2016).

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 15 Jan 2016, 12:16 WIB
Sejumlah anggota Jihandak TNI AD berjaga di depan gedung Sarinah Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1/2016). Ratusan petugas penjinak bom gabungan bersiaga pasca ledakan yang terjadi di pos polisi Sarinah, Jakarta. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Pusat perbelanjaan Sarinah yang berada di Jalan Thamrin‎, Jakarta Pusat, kembali buka seperti biasa pada Jumat (15/1/2016). Kemarin, di depan gedung tersebut terdapat aksi peledakan yang dilakukan oleh sekelompok teroris.

Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Ira‎ Puspa Dewi mengungkapkan, semua toko dan gerai yang berada di pusat perbelanjaan di Jakarta tersebut juga sudah buka.

"Sudah buka semua, toko-toko sudah buka, kantor-kantor yang ada di tempat kami juga sudah beroperasi seperti biasa lagi," kata Ira kepada Liputan6.com, Jumat (15/1/2016).



Dia mengakui, meski sudah dibuka semuanya, namun warga yang mengunjungi pusat perbelanjaan tersebut tidak seperti biasanya. "Kalau soal kerugian itu hanya hal kedua saja, yang utama adalah rasa aman masyarakat untuk kembali beraktifitas, itu saja yang terpenting," tegas Ira.

Untuk itu, pasca terjadinya bom, Ira langsung melakukan penambahan personil kemanan di gedungnya dan juga bekerjasama dengan aparat kepolisian untuk pengamanan pusat perbelanjaan tersebut.

Seperti diketahui, ‎Enam ledakan terdengar sampai radius 2 km di kawasan Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1/2016). 

Satpam Bank Mandiri Tri Feranto mengungkap, ledakan pertama terdengar sekitar pukul 10.30 WIB, sedangkan ledakan kedua terdengar sekitar pukul 10.50 WIB, ledakan ketiga pukul 10.56, ledakan keempat pukul 10.58, ledakan kelima 11.00, dan ledakan keenam 11.02 WIB

Sebanyak 2 kali ledakan terjadi di Starbucks, lalu 1 ledakan di pos polisi. "Setelah 3 ledakan itu polisi dan warga sekitar coba bantu korban, tidak lama setelah itu ada penembakan membabi buta dari arah Starbucks ke arah Jalan MH Thamrin tanpa ada targe," kata Tri. 

Kemudian, seseorang tergeletak terkena tembakan. Tidak lama setelah itu terjadi baku tembak dengan polisi. Setelah itu ledakan kembali terjadi di mobil patroli tentara, dan 2 di mobil lainnya.

Orang-orang di sekitar kompleks gedung-gedung yang berdekatan dengan Gedung Sarinah di Jakarta Pusat berlarian setelah ledakan pertama terjadi mereka berusaha mendekati situs ledakan.‎ (Yas/Gdn)


**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini
**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya