Mendikbud: Jangan Jadikan Rahim Ibu Tempat Lahir Koruptor

Perjuangan seorang ibu yang mengandung dan membesarkan anaknya akan sia-sia, jika buah hatinya itu ternyata seorang koruptor.

oleh Sugeng Triono diperbarui 22 Des 2015, 15:18 WIB
Mendikbud, Anies Baswedan (kiri) memberikan pernyataan di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Kamis (8/10/2015). Anies memberikan beberapa pernyataan seputar 50 thn SEAMEO (Organisasi Menteri Pendidikan Se Asia Tenggara). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Hari Ibu yang jatuh tepat pada 22 Desember selalu dirayakan sejumlah orang dengan cara beragam. Ada yang mengucapkannya langsung kepada ibu, ada pula yang mengirim pesan singkat.

Namun, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan punya pesan menarik di Hari Ibu yang jatuh hari ini, Selasa (22/12/2015). Pesan tersebut dikaitkannya dengan gerakan pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Saya sering sampaikan begini. Ini Hari Ibu, bila ibu terima SMS ucapan Selamat Hari Ibu dari anak, maka jawab 'Bahwa rahim ibumu bukan tempat lahirnya calon koruptor jadi jangan korupsi nak'," ujar Anies Baswedan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (22/12/2015).

Saran dan pesan tersebut dianggapnya dapat menjadikan anak selalu berbuat baik dan tidak akan membuat malu orangtua yang melahirkan. Dia menilai, korupsi masih menjadi penyakit serius di negeri ini.

Anies mengingatkan, perjuangan seorang ibu yang mengandung dan membesarkan anaknya akan sia-sia, jika buah hatinya itu ternyata kelak berperilaku menjadi seorang yang merugikan orang lain.

"Hari ibu digunakan para ibu untuk mengingatkan anak-anaknya. Nak, jangan kau korupsi karena kalau kau korupsi maka rahim ibumu jadi tempat lewatnya calon koruptor," ujar Anies.

"Jadi jangan buat ibumu sebagai orang yang melahirkan koruptor. Dan itu menjadi pesan Hari Ibu," dia melanjutkan.

Dengan demikian, Anies berharap setiap ibu menyampaikan kepada anak-anaknya bahwa mereka tidak ingin melahirkan seorang koruptor.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya