Impor 700 Ribu Sapi, RI Percepat Bangun Pulau Karantina

Kebutuhan kuota impor sapi sekitar 600-700 ribu pada 2016.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 08 Des 2015, 10:39 WIB
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman meninjau pasar murah beras dan sapi di Gudang Bulog, Jakarta, Selasa (22/9/2015). Sebanyak 30 truk beras dan sapi didistribusikan ke sejumlah pasar tradisional DKI. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) akan mempercepat pengoperasian Pulau Naduk, Bangka Belitung, sebagai pulau karantina khusus sapi. Langkah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan impor sapi sampai 700 ribu ekor di tahun depan.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan pemerintah telah menghitung perencanaan kuota impor sapi di tahun depan. Kebutuhannya, diakui Amran, sekitar 600-700 ribu di 2016. Sayang ia masih enggan mengatakan apakah impor sapi berasal dari Australia dan India.

"Kita masih menghitung jumlah kuota untuk setahun ke depan. Baru kita kalkulasi, kisarannya pada 600-700 ribu ekor," ujar dia di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Guna memastikan sapi impor yang masuk ke Indonesia bebas dari penyakit, Amran mengaku pemerintah akan mempercepat persiapan Pulau Naduk di Kabupaten Belitung, Bangka Belitung sebagai pulau karantina.

Kementan sudah merampungkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) setahap demi setahap. "Pulau Karantina di Pulau Naduk akan dipercepat. ‎Sudah ditandatangani RPP-nya dan kita sudah kirim ke Pak Menko Perekonomian," Amran menegaskan. (Fik/Ahm)**

** Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini
**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya