Sukses

Indonesia-Vietnam Perkuat Kerja Sama Pengembangan Pertanian Padi di Lahan Rawa

Indonesia dan Vietnam melakukan penguatan kerja sama di bidang pengembangan pertanian padi di lahan rawa, terutama varietas bibit padi.

Liputan6.com, Jakarta Indonesia dan Vietnam melakukan penguatan kerja sama di bidang pengembangan pertanian padi di lahan rawa, terutama varietas bibit padi. Selain itu, kedua negara juga bekerja sama untuk mengembangkan teknologi mekanisasi dan pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman padi di lahan rawa.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa perluanya penguatan kerja sama pertanian kedua negara untuk menginisiasi pembentukan Kelompok Kerja Pertanian (Joint Agricultural Working Group).

"Indonesia ingin mendorong Program Prioritas Pertanian untuk mengantisipasi krisis global yang terjadi saat ini dan mengatasi kemungkinan terjadinya kekeringan atau banjir di berbagai wilayah," ungkapnya.

"Pemerintah Indonesia telah mengambil tindakan cepat dan konkret jangka pendek untuk meningkatkan indeks tanam dan produksi beras nasional melalui Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui program optimalisasi lahan rawa untuk penanaman padi sekali dalam setahun," jelas Amran.

Dirinya juga mengatakan, pemerintah Indonesia telah melakukan sistem tanam terpadu pada lahan sawah dataran rendah di areal perkebunan dan peningkatan indeks tanam melalui optimalisasi lahan rawa untuk penanaman padi 2-3 kali dalam setahun.

"Saya berharap, kerja sama yang kuat dengan pemerintah Vietnam untuk mendorong pengembangan mesin pertanian modern dapat memperkuat sistem pengelolaan irigasi pertanian, digitalisasi, dan mesin pertanian yang presisi serta fasilitasi akses pasar," kata Amran.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Bentuk Kelompok Kerja Pertanian

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Menteri Pertanian Vietnam, Le Minh Hoan untuk membentuk Kelompok Kerja Pertanian. Kelompok tersebut beranggotakan perwakilan pejabat teknis dari kedua negara guna mengidentifikasi rencana kerja konkrit pembangunan pertanian yang menguntungkan kedua negara serta membahas penyelesaian berbagai hambatan akses pasar komoditas pertanian dan mobilisasi investasi pertanian kedua negara.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2023, total nilai perdagangan komoditas pertanian antara Indonesia dan Vietnam mencapai USD1.93 miliar. Dari nilai perdagangan itu, Indonesia memperoleh banyak keuntungan dari ekspor produk perkebunan (kelapa sawit, karet, kakao, dan nilam); produk hortikultura (khususnya buah-buahan tropis), dan sarang burung/SBW.

 

(*)

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.