Menteri Desa: Pembangunan Indonesia Dimulai dari Malinau

Dia berharap daerah perbatasan Indonesia alami perkembangan.

oleh Tanti Yulianingsih diperbarui 17 Nov 2015, 09:00 WIB
enteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Marwan Jafar (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar berkomitmen untuk membangun daerah di pinggiran Indonesia. Hal ini, kata Marwan, sesuai dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo.

"Kita mulai bangun Indonesia dari pinggiran, pinggiran kita akan mulai (Kabupaten) Malinau. Insyaallah ke depan perbatasan-perbatasan akan mengalami perkembangan yang luar biasa," ujar Marwan dalam siaran persnya, Selasa (17/11/2015).

Menurut Marwan, Desa Setulang, Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur sebagai desa wisata sudah layak untuk di promosikan untuk menunjang pariwisata secara nasional. Marwan juga meminta kepada Bupati untuk lebih menggiatkan promosi pariwisata yang ada di Malinau.

"Tolong pak bupati, desa wisata ini dipromosikan dikenalkan melalui Youtube agar dikenal dunia," kata Marwan ketika mengunjungi Desa Setulang, Kecamatan Malinau Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Marwan juga memuji konsep Bupati Malinau yang mampu memberdayakan desa-desa dengan Gerakan Desa Membangun.

"Walaupun saya baru pertama kali ke sini, kondisi desa di Malinau sudah baik, apalagi bupatinya juga punya konsep yang baik. Berharap ke depan, bisa lebih lagi," ujar dia.

Marwan juga menjelaskan program khusus pemerintah mengenai daerah-daerah yang ada di perbatasan. "Salah satunya nanti akan kita gunakan transmigrasi lokal, dan kita berdayakan desa-desa yang berada di perbatasan," kata Marwan.

Saat mengunjungi desa itu, Marwan mendapatkan gelar kehormatan adat dengan sapaan nama kehormatan 'Ngang' yang berarti Burung Terbang.

Pemberian gelar 'Ngang' kepada Marwan, karena masyarakat Dayak Kenyah menganggap Menteri Desa memiliki kekuatan untuk menjelajahi pelosok perbatasan dan peduli terhadap masyarakat desa

"Saya mengucapkan banyak terima kasih, karena hari ini saya sudah menjadi bagian dari desa setempat. Saya berterima kasih telah diberikan panggilan adat yang artinya burung terbang, semoga saya bisa terbang ke perbatasan Kalimanta Utara," ujar Marwan. (Nil/Mut)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya