Partikel Kecil Asap Ada di Ketinggian 3.000 Meter Langit Jakarta

Namun tingkat kepekatan kabut hari ini dinyatakan berkurang jika dibandingkan dengan kemarin.

oleh Audrey Santoso diperbarui 24 Okt 2015, 15:11 WIB
Petugas Sekertariat Penanganan Pengaduan Kasus LHK memberikan penjelasan terkait kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan di kantor Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Jumat, (18/9/2015). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Kabut masih menyelimuti langit Jakarta hari ini. Hal ini menandakan masih ada partikel kecil asap kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan yang terbawa hingga ke atas lapisan langit Ibukota.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, kondisi langit Jakarta hari ini, Sabtu (24/10/2015) terpantau sama seperti pada Jumat 23 Oktober 2015.

Namun tingkat kepekatan kabut hari ini dinyatakan berkurang jika dibandingkan dengan kemarin. Partikel kecil itu kini berada di jarak 3.000 meter atau 3 kilometer (km) dari permukaan laut.

Sedangkan pada Jumat kemarin, partikel itu ada di lapisan atas langit yang berjarak 1,5 km lebih dari permukaan tanah.

"Kalau hari ini relatif hampir sama (seperti kemarin) tapi tidak sama persis. Partikel kecil asap berada di lapisan langit bagian atas yang jaraknya 3.000 meter dari permukaan laut," kata Kepala Sub Bidang Informasi Hari Tirto ketika dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (24/10/2015).

"Hari ini angin berembus ke arah barat daya, artinya sekitar Selat Sunda sehingga Jakarta tidak terhalang kabut seperti kemarin," imbuh dia.

Hari mengatakan, partikel kecil asap yang memasuki wilayah Pulau Jawa tidak akan memberikan dampak signifikan bagi indeks kebersihan udara di Jakarta. Sebaliknya, justru akan memberikan keuntungan, yaitu sinar matahari terhalang dan cuaca menjadi tidak seterik biasanya.

Namun, sambung dia, jika partikel kecil asap itu turun dari ketinggian 3.000 meter, akan ada sedikit berdampak pada gangguan penerbangan. Khususnya saat pesawat hendak lepas landas dan mendarat.

"(Adanya partikel kecil asap) Itu keuntungan. Karena udaranya tidak begitu panas dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jadi sinar matahari terhalang partikel kecil itu," papar dia.

"Terkait penerbangan berkaitan dengan take off dan landing-nya sedikit terganggu, tapi tetap tidak menghalangi kegiatan penerbangan," imbuh Hari. (Ndy/Mvi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya