Harga Emas Sentuh Level Terendah dalam Lima Tahun

Harga emas melemah 1 persen menjadi US$ 1.131,90 per ounce menjelang akhir pekan ini.

oleh Agustina Melani diperbarui 18 Jul 2015, 07:31 WIB
Permintaan emas menguat terutama dari India membuat harga emas semakin berkilau di awal pekan.

Liputan6.com, Chicago - Harga emas berjangka turun pada sesi ketujuh perdagangan menjelang akhir pekan ini. Penurunan ini terendah  lebih dari lima tahun.
Harga emas untuk pengiriman Agustus di divisi Comex melemah 1,01 persen atau US$ 12 menjadi US$ 1.131,90 per ounce. Hal itu mendorong harga emas susut 2,3 persen selama sepekan.

Level ini terendah sejak April 2010, berdasarkan kontrak harga emas teraktif. Sementara itu, harga perak untuk pengiriman September melemah 1 persen atau 15 sen menjadi US$ 14.834 per ounce. Harga perak mencatatkan penurunan mencapai 4,2 persen.

Penurunan harga emas ini juga didorong dari penjualan emas dalam jumlah besar di divisi Comex. Pelaku pasar merespons rilis data cadangan emas China untuk pertama kalinya sejak 2009.

"Pelaku pasar menjual sekitar US$ 1,4 miliar dari emas berjangka ke pasar. Kami melihat pasar fisik mencatatkan pembelian kuat akan tetapi spekulan menjual dengan harga itu," ujar Ross Norman, CEO Sharps Pixley Ltd, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Sabtu (18/7/2015).

Aksi jual terjadi saat bank sentral China menerbitkan cadangan emas untuk pertama kali dalam enam tahun ini. Cadangan emas China mencapai 1.658 metrik ton hingga Juni 2015. Norman menuturkan, angka terakhir cadangan emas China mencapai 1.054 metrik ton pada April 2009.

"Kabar baiknya China menambah sekitar 600 metrik ton untuk kepemilikan mereka. Kabar buruknya jumlah emas seharusnya jauh lebih besar dari yang disampaikan data terbaru," ujar Shree Kargutkar, Analis Sprott Asset Management.

Norman mengatakan, China memiliki ambisi membuat mata uangnya menantang dolar Amerika Serikat (AS). Dengan peran emas maka memberikan kredibilitas dan status mata uang mereka.

Para analis dan pelaku pasar juga percaya kalau kepemilikan emas China sebenarnya cukup sedikit lebih tinggi. "China tidak ingin dilihat untuk mendapatkan emas sehingga kembali ke sistem keuangan mereka meski pun ini tujuan pemerintah. Dengan cara ini pasar global tidak semangat soal pembelian emas China, dan mengambil harga naik cukup antusias," kata Julian Philips, Pendiri GoldForecaster.com. (Ahm/Igw)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya