210 Angkutan Disiapkan Dishub Bantul untuk Angkut Pemudik

Dishub Bantul sudah memastikan kelayakan angkutan penumpang tersebut.

oleh Liputan6 diperbarui 21 Jun 2015, 18:00 WIB
Terminal Pulogadung menyiapkan 170 unit bus setiap harinya untuk mengangkut penumpang pada mudik lebaran kali ini, Jakarta, Senin (21/07/2014) (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Yogyakarta - Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyiapkan 210 angkutan untuk mengangkut pemudik pada Lebaran Juli 2015. Angkutan itu juga dipersiapkan untuk arus balik.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, Suwito, mengatakan angkutan Lebaran itu terdiri atas angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) sebanyak 105 armada, angkutan perbatasan 88 armada, dan angkutan pedesaan 17 armada.

"Angkutan sejumlah itu berdasarkan data yang kami peroleh dari pengusaha angkutan, meskipun kami meyakini tidak semua angkutan beroperasi, karena tergantung kebutuhan dan profit," kata Suwito, di Bantul, Minggu (21//6/2015).

Suwito menjelaskan angkutan umum itu nantinya mengangkut penumpang sesuai jalur trayek yang telah disepakati. Oleh karena itu, penumpang yang akan menggunakan jasa transportasi massal itu harus memperhatikan jalur yang dilalui jika tidak ingin salah jurusan.

Dia melanjutkan institusinya sudah memastikan kelayakan angkutan penumpang tersebut. Secara berkala Dishub Bantul melakukan pemeriksaan maupun uji kelayakan terhadap angkutan yang beroperasi di wilayah Bantul.

"Dalam melakukan pemeriksaan kami kerja sama dengan provinsi dan sejauh ini angkutan yang melewati Bantul saya jamin layak," tandas Suwito.

Selain angkutan umum, ujar Suwito, selama arus mudik maupun balik Lebaran 2015, Dishub menyiapkan tiga bus cadangan milik Dishub Bantul. Bus cadangan itu disiapkan untuk melayani penumpang terlantar atau tidak terangkut angkutan umum secara gratis.

"Kami siapkan bus cadangan jika terjadi penumpukan penumpang. Namun, kami tetap prioritaskan angkutan umum, sehingga penumpang yang kami layani benar-benar sudah tidak tertangani bus umum karena mungkin sudah malam," papar Suwito. (Ant/Sun/Bob)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya