JK: Berdosa Jika Tanah Negara Dipakai Rumah Mewah

JK mengatakan, rakyat tidak mampu harus ditempatkan di tanah negara yang strategis.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 30 Mei 2015, 02:30 WIB
Wapres Jusuf Kalla memberikan sambutan saat pembukaan Jakarta Fair 2015 di JIExpo, Jakarta, Jumat (29/5/2015). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok beberapa waktu lalu meminta Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk memberikan tanah pemerintah di daerah kemayoran dijadikan rumah susun masyarakat menengah ke bawah.

Permintaan itu ditanggapi positif oleh pria yang akrab disapa JK. Dia mengatakan, sudah saatnya Tanah Pemerintah di Kemayoran dipakai untuk kepentingan rakyat.

"Kemayoran adalah tanah negara milik negara tanah rakyat maka harus diisi masyarakat secara keseluruhan baik yang mampu atau tidak mampu," sebut JK dalam pembukaan Jakarta Fair, Jumat (29/5/2015).

"Kalau ingin rumah mewah, jangan di kemayoran," tegas dia.

JK mengatakan, rakyat tidak mampu harus ditempatkan di tanah negara yang strategis. Bukan orang mampu.

Karena jika ditempatkan di tempat yang strategis maka biaya hidup para warga tak mampu akan semakin ringan. Mereka pun bisa hidup lebih layak di tempat strategis tersebut.

"Kita berdosa kepada keadilan jika tanah negara juga dipakai untuk rumah mewah," jelas Mantan Ketua Umum Golkar tersebut.

"Kalau perlu lapangan golf di sini kita ubah lapangan bola karena lapangan bola untuk masyarakat bawah. Juga dibangun perumahan karena di situ lah kita mewujudkan keadilan," pungkas JK. (Ali)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya