Mayoritas Pegawai di Dunia Tak Suka Pekerjaannya Sekarang

Survei terbaru dari perusahaan karir Careerealism menemukan, sebagian besar pegawai di dunia tak menyukai pekerjaannya sekarang

oleh Siska Amelie F Deil diperbarui 14 Mei 2015, 06:30 WIB
Foto: rd.com

Liputan6.com, New York - Mencintai pekerjaan seringkali dilaporkan dapat meningkatkan produktivitas saat mengerjakan berbagai tugas di kantor. Namun survei terbaru yang digelar secara online oleh perusahaan karir asal Amerika Serikat Careerealism menemukan, sebagian besar pegawai di dunia tak menyukai pekerjaan yang dilakoninya sekarang.

Melansir laman Career Realism, Kamis (14/5/2015), sekitar 73 persen dari satu juta partisipan yang disurvei perusahaan tersebut mengaku tidak mencintai pekerjaannya.

"Dengan 73 persen partisipan tidak mencintai pekerjaannya sekarang, itu berarti sebagian besar karyawan perusahaan membuka diri untuk pekerjaan baru," terang Founder dan CEO Careerealism J.T. O’Donnell.

Kondisi tersebut seharusnya menjadi kekhawatiran terbesar para pejabat eksekutif di berbagai perusahaan. Lantaran, para pegawai siap pindah kerja kapanpun ada peluang karir yang terbuka baginya.

"Jika para karyawan mulai berhenti dari perusahaan demi pekerjaan yang lebih baik, apakah para atasan siap memobilisasi strategi perekrutan untuk menemukan penggantinya? Seberapa lama waktu untuk melatih karyawan baru agar dirinya bisa memiliki produktivitas yang setara dengan karyawan sebelumnya," tutur O'Donnell.

Dalam survei kepuasan berkarir tersebut sebanyak 35 persen partisipan mengaku sangat membenci pekerjaannya saat ini. Sementara 38 persen partisipan lainnya menganggap pekerjaannya lumayan atau biasa saja.

Uniknya, hanya 27 persen responden yang mengaku sangat mencintai pekerjaannya. Pesan dari survei tersebut tentu sudah jelas sekarang, para pegawai tidak puas dengan pekerjaannya dan itu dapat membuat perusahaan menghadapi dampak negatif dari pengunduran diri karyawan.

Sekadar informasi, Careerealism merupakan perusahaan Employment Branding dan penasehat karir yang didirikan pada 2009. Tujuan situs karir yang dirilisnya adalah untuk membantu masyarakat menyelesaikan masalah karir dan pencarian kerja. (Sis/Ahm)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya