Simeone Beberkan Jurus Atletico Mampu Atasi Adu Penalti

Dua musim berturut-turut, Los Cholchoneros berhasil menembus fase perempat final. Namun musim ini lebih dramatis.

oleh Rejdo Prahananda diperbarui 18 Mar 2015, 09:30 WIB
Diego Simeone (JAVIER SORIANO / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone menyebut kerja sama tim dan ketenangan ketika melakoni drama adu penalti menjadi kunci sukses untuk menyambar satu tempat di babak perempat final Liga Champions.

Dua musim berturut-turut, Los Cholchoneros berhasil menembus fase perempat final. Namun musim ini lebih dramatis.

Tim Ibukota Spanyol itu harus melalui adu penalti untuk mengeliminasi wakil Jerman, Bayer Leverkusen.

Adu penalti terpaksa dimainkan setelah di leg 2, agregat kedua kubu masih sama kuat 1-1. Laga itu dihelat di Vicente Calderon Stadium, markas Atletico, Selasa (17/3/2015) atau Rabu dinihari WIB.

Di leg pertama lalu, Leverkusen meraih kemenangan 1-0, sedangkan di pertemuan kedua, Leverkusen ganti memimpin dengan skor 1-0.

"Tim telah menunjukkan kerja sama bagus. Ini pertandingan berat dan melelahkan, tapi saya bangga pada pemain mereka selalu menginginkan lebih," kata pelatih berkebangsaan Argentina itu sebagaimana dilansir dari situs resmi UEFA.

Pelatih eks-pemain Inter Milan itu mengaku sulit menyiapkan latihan khusus adu penalti. Tapi pemain terbukti mampu mengatasi tekanan di drama itu. Sukses di babak tos-tosan menurut Simeone tidak lepas dari pemilihan eksekutor dan ketenangan kiper.

Atletico sendiri sebenarnya tanpa kiper utama setelah Miguel Moya ditarik keluar, digantikan Jan Oblak.

"Oblak datang di pertandingan sulit, tetapi dia siap. Save pertama dalam adu penalti ini sangat menentukan. Ketenangan dia sangat mengagumkan," kata Simeone.

Tiga eksekutor Leverkusen,  Hakan Calhanoglu, Omar Toprak, dan Stefan Kiesling gagal mengeksekusi penalti. Sedangkan, di kubu Atletico, Raul Garcia dan Koke tidak mampu menjebol gawang Leverkusen.

Mengenai pertandingan babak perempat final, bagi Simeone tidak ada yang spesial.

"Apa yang orang lihat dari pertandingan ini adalah: tim terkadang tidak bermain bagus tetapi mereka bermain dengan jiwa. Kemenangan ini memberikan kami kekuatan dari dalam untuk meraih hasil serupa setiap pertandingan."

Baca Juga:

Disingkirkan Monaco, Perasaan Ramsey Hancur

Lewat Adu Penalti, Atletico Singkirkan Leverkusen

Rancangan Formasi "Tim Brutal" ISL 2014

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya