Indonesia Fashion Week & Makna Batik Banyuwangi Priscilla Saputro

Di Indonesia Fashion Week 2015, desainer Priscilla Saputro tampilkan koleksi dari batik Banyuwangi yang sarat makna.

oleh Cindy Melissa Putri diperbarui 01 Mar 2015, 13:35 WIB
Koleksi Priscilla Saputro di Indonesia Fashion Week 2015

Liputan6.com, Jakarta Keindahan dan nilai folosofi batik khas Banyuwangi yang begitu mengagumkan dan indah ternyata berhasil menghipnotis desainer batik Priscilla Saputro untuk dipamerkan di Indonesia Fashion Week 2015 (IFW). Di hari ketiga dari IFW 2015 ini, Priscilla Saputro mewarnai panggung fesyen tersebut dengan warna-warni dan corak tak biasa dari kain batik Banyuwangi.

Ornamen dan desain panggung layaknya seperti berada di Banyuwangi pun turut dihadirkan olehnya. Permainan musik nan romantis dan tradisional seakan mengajak para penonton untuk sedikit berdendang sambil menyaksikan jajaran busana karya Priscilla Saputro di panggung IFW 2015. Rancangan busananya yang bertajuk 'Novum Etno: Colorful Banyuwangi', Priscilla sendiri ingin menggambarkan bagaimana kehidupan masyarakat Banyuwangi yang kini sudah mulai maju dari sebelumnya.

Sebenarnya ada alasan tersendiri mengapa Priscilla menggunakan tema tersebut. Sarat akan arti yang begitu bermakna, menurutnya saat ditemui konferensi pers, novum adalah bahasa latin dimana memiliki arti baru. Sementara untuk etno lebih kepada tradisi dan colorful Banyuwangi adalah keindahan dan keanekaragaman dari Banyuwangi. Jika disimpulkan, Priscilla ingin menunjukkan sisi modern dan indah dari kain Banyuwangi tanpa menghilangkan sisi tradisional yang melekat di dalamnya.

Foto dok. Liputan6.com


"Masyarakat yang kini sudah lebih maju juga menjadi inspirasi saya dalam deretan busana ini. Dimana mereka sudah mengedepankan adanya kesetaraan gender di antara masyarakat," kata Priscilla Saputro, di Jakarta Convention Center. Dalam rancangannya kali ini, sangat nampak jika Priscilla memainkan imajinasinya dalam bentuk motif-motif yang digunakan olehnya. Beberapa motif tersebut di antaranya seperti nanasan, gajah oling, paras gempal, kawung kopi, ombak alun dan kuping gajah.  

Lalu untuk permainan bahan yang digunakan, Priscilla masih mempercayakan pada chiffon, sutra, beludru, linen dan cotton sehingga sangat nampak busana yang membalut tubuh para model terlihat nyaman dan tidak kaku saat digunakan. Para penonton IFW 2015 sore itu memang dimanjakan oleh keindahan dari kain khas Banyuwangi. Warna-warni yang cerah dan menyejukkan hati dihadirkan seperti oranye, pink, biru, hijau, kuning, aneka warna lainnya. 

Foto dok. Liputan6.com


Sementara berbicara soal potongan busana, Priscilla Saputro bermain pada atasan, blazer, rok panjang berpotongan tinggi, gaun panjang, gaun pendek dan lain sebagainya. Deretan busananya nampak kasual dan elegan, namun cita rasa tradisionalnya yang penuh makna tetap kental terasa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya