TNI: 29 Anggota Yonif 134 Diduga Terlibat Penyerangan Mako Brimob

Tim investigasi TNI Angkatan Darat mengumumkan hasil investigasi internal terjadinya bentrokan di Batam, Kepulauan Riau.

oleh Liputan6 diperbarui 23 Nov 2014, 08:03 WIB
(Liputan 6 TV)

Liputan6.com, Batam - Tim investigasi TNI Angkatan Darat mengumumkan hasil investigasi internal terjadinya bentrokan di Batam, Kepulauan Riau antara TNI Yonif 134 Tuah Sakti dan Brimob Polda Kepulauan Riau Rabu 19 November lalu.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Minggu (23/11/2014), sebanyak 29 orang prajurit Batalion Yonif 134 Tuah Sakti telah diperiksa oleh tim investigasi.

29 prajurit itu diduga terlibat langsung saat penyerbuan Mako Brimob Rabu lalu. Dari hasil pemeriksaaan terhadap para prajurit itu, pihak tim investigasi akan menyimpulkan hukuman yang telah dilanggar oleh para prajurit tersebut.

Dari hasil investigasi di lapangan, tim investigasi menemukan hal baru yaitu selonsong peluru di ruko depan Mako Brimob Polda Kepri dan 4 macam proyektil di depan lembaga permasyarakatan (Lapas) berdekatan dengan lokasi JK Marpaung tewas.

Pihak TNI secara rutin akan memberikan laporan hasil investigasi yang mereka lakukan kepada media untuk diberitahukan kepada masyarakat.

Masih dari Batam, acara panggung bersama digelar untuk meredam konflik antara TNI dan Polri di Mako Brimob Batam. Panggung hiburan yang digelar di halaman Mako Brimob Batam itu dihadiri ratusan pasukan Batalion Yonif 10, Marinir Batalion Yonif 134 Tuah Sakti, dan Brimob Polda Kepri.

Selain dihadiri petinggi TNI dan Polri di Riau, acara hiburan itu juga dihadiri Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Kedatangan Kasad di Mako Brimob itu disambut pasukan TNI dan Polri. Kasad kemudian digendong oleh kedua pasukan yang bertikai Rabu lalu.

Sebelumnya, kondisi kota Batam sempat mencekam setelah aparat Polri bentrok dengan TNI. Kaca barak teratai satuan Brimob Polda Kepri pecah berantakan dan beberapa sepeda motor rusak. Kejadian itu juga membuat warga resah karena terdengar suara tembakan senjata api. (Vra/Nan)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya