Lippo Karawaci Cetak Laba Rp 1 Triliun

Sepanjang tahun ini, Lippo Karawaci menargetkan pendapatan sebesar Rp 11,55 triliun.

oleh Arthur Gideon diperbarui 03 Nov 2014, 18:25 WIB

Liputan6.com, Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membukukan laba bersih sebesar Rp 1 triliun untuk periode sembilan bulan pertama 2014. Perolehan laba tersebut diperoleh karena perusahaan mampu membukukan pendapatan sebesar Rp 6 triliun.

Presiden Direktur Lippo Karawaci, Ketut Budi Wijaya mengatakan, meskipun kondisi pasar properti penuh tantangan, Lippo Karawaci mampu membukukan kinerja yang positif. Ketut pun percaya bahwa target pendapatan sampai akhir tahun dapat tercapai. 

Sepanjang tahun ini, Lippo Karawaci menargetkan pendapatan sebesar Rp 11,55 triliun. "Dengan penjualan Kemang Village Mall ke LMIRT yang akan segera rampung dalam waktu dekat, kami percaya berada di jalur yang tepat untuk mencapai target," tuturnya seperti dikutip dalam siaran pers, Senin (3/11/2014).

Ketut melanjutkan, marketing Sales Properti selama periode sembilan bulan 2014 tercatat Rp 3,86 triliun atau sekitar 82 persen dari total target tahun 2014.

Pendapatan recurring Lippo Karawaci terus tumbuh dan mencatat pertumbuhan yang sehat sebesar 25 persen YoY menjadi Rp 3,4 triliun serta memberikan kontribusi sebesar 55 persen dari total Pendapatan konsolidasi untuk sembilan bulan 2014.

"Hasil ini sejalan dengan strategi kami untuk mempertahankan keseimbangan basis Pendapatan antara pendapatan pengembangan properti dengan pendapatan recurring," tambahnya.

Sementara itu, Siloam Hospitals telah mencapai kemajuan yang solid dalam memperluas jaringan rumah sakitnya yang mencapai 18 rumah sakit per September 2014. Pendapatan healthcare bertumbuh sebesar 32 persen menjadi Rp2,4 triliun dari Rp1,8 triliun selama periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan untuk divisi bisnis Urban Development meningkat sebesar 30 persen menjadi Rp1,7 triliun, terutama ditopang oleh Pendapatan Lippo Cikarang yang meningkat sebesar 58 persen menjadi Rp1,2 triliun.

Selain itu, Pendapatan untuk divisi bisnis Large Scale Integrated Development tumbuh secara solid sebesar 36 persen menjadi Rp 1,1 triliun, terutama didorong oleh pembukuan Pendapatan dari Kemang Village yang naik sebesar 104 persen menjadi Rp 627 miliar.

Pendapatan untuk divisi Komersial yang terdiri dari Mal Ritel & Hotel, relatif datar, tumbuh sebesar 1 persen menjadi Rp 472 miliar. Pendapatan divisi usaha Manajemen Aset meningkat sebesar 18 persen menjadi Rp 497 miliar. (Gdn)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya