Stok Telur dan Daging Ayam Cukup Hingga Akhir 2014

Indonesia sudah lama swasembada telur dan daging ayam.

oleh Nurseffi Dwi Wahyuni diperbarui 09 Jun 2014, 12:14 WIB
Seorang pedagang telur di kawasan Pasar Minggu tampak sedang memilih telur untuk ditimbang pada Rabu (04/06/14) (Liputan6.com/Miftahul Hayat)

Liputan6.com, Jakarta - Pasokan telur dan daging ayam dipastikan cukup untuk memenuhi lonjakan permintaan pada saat lebaran, bahkan hingga akhir tahun 2014.

Menurut Ketua Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia Don P Utoyo, Indonesia sudah lama swasembada telur dan daging ayam. Kedua komoditas ini sangat disukai oleh seluruh lapisan masyarakat, tersedia di mana-mana, dan jumlahnya dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Bahkan di seluruh bagian dunia, telur dan daging ayam selalu menjadi bahan makanan favorit," kata Don dalam pesan singkatnya, Senin (9/6/2014).

Di Indonesia, telur ayam ras dan daging ayam broiler dapat diproduksi dalam jumlah besar dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Selain unggas-ungas broiler dan layer, lanjut dia, juga tersedia pilihan lain yaitu ayam-ayam dan itik-itik lokal. Daging karkas ayam lokal atau kampung meski produksinya tidak besar dan harganya relatif lebih tinggi, namun dapat menjadi tuan di negeri sendiri,.

"Ibarat ayam asal kaki lima, harga bintang lima," ungkapnya.

Dia menyebutkan, kontribusi daging ayam bisa mencapai lebih dari 65% dari total daging yang dikonsumsi masyarakat Indonesia.  Dengan ketersediaan telur dan daging ayam yang cukup, sehat dan harganya terjangkau, akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi telur dan daging unggas.

"Jajaran Produsen Perunggasan harus berupaya keras menjaga keseimbangan suplai agar seimbang dengan pasokan telur dan daging ayam. Keamanan dan kesehatan produknya 'dari farm sampai meja makan terus dijaga demi terciptanya Indonesia Sehat dan Cerdas," papar Don. (Ndw)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya