Pendiri Golkar: Ical Jangan Mimpi Jadi RI 1

Secara sosiologis dan historis, presiden RI tidak bisa lepas dari keturunan Jawa.

oleh Rochmanuddin diperbarui 03 Mei 2014, 07:26 WIB
Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (tengah) menyapa para simpatisan Partai Golkar saat kampanye (Adhitya Hendra/Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Priyo Budi Santoso menyambangi kediaman tokoh senior Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) Suhardiman di kediamannya, Fatmawati, Jakarta Selatan.

Dalam kedatangannya kali ini, Priyo mengaku akan bersilaturahmi dengan Suhardiman yang juga salah satu pendiri Partai Golkar. Pertemuan itu juga sekaligus sebagai bentuk dukungan Suhardiman terhadap Priyo Budi Santoso untuk menjadi cawapres Partai Golkar.

Suhardiman menegaskan, meski usianya sudah tak muda lagi, yakni 89 tahun, dirinya masih harus tetap mengabdikan untuk kepentingan bangsa, terutama menyangkut nasib Partai Golkar ke depannya.

Terkait pencapresan Ical yang maju sebagai capres dalam Pilpres 9 Juli 2014 mendatang, dia menegaskan secara sosiologis dan historis, presiden di Indonesia tidak bisa lepas dari keturunan Jawa, hal ini yang seharusnya dipikirkan Ical.

"Ical jangan mimpi. Saya berani bertaruh bahwa tidak mungkin (Ical menang Pilpres)," tegas Suhardiman di Jakarta, Jumat (2/5/2014).

Sebagai satu-satunya pendiri Golkar yang masih hidup, Suhardiman mengaku jika selama ini selalu mengamati perkembangan Partai Golkar. Memang saat ini calon yang cocok maju sebagai capres ataupun cawapres dari Golkar adalah tokoh muda.

"Sampai kapan pun, saya mendorong Ketum MKGR (Priyo Budi Santoso) jadi cawapres yang akan datang. Tapi itu dengan usaha-usaha, jadi pertemuan ini tidak terakhir tapi ada pertemuan lainnya untuk menyikapi tindak lanjutnya," tegas Suhardiman.

Karenanya sekali lagi dia menegaskan, jika sebaiknya Ical berpikir ulang mengenai pencapresannya. "Sebaiknya dia (Ical) mengundurkan diri, dia harus berperan sebagai King Maker bukan King. King Maker itu kan dalang dan itu lebih terhormat," tukas Suhardiman.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya