Sukses

Pesawat Jatuh di BSD Ternyata Bukan Cessna 172, Intip Kecanggihannya

Pesawat yang jatuh merupakan Tecnam P2006T, bukan Cessna 172 seperti yang dinyatakan sebelumnya.

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perhubungan memberikan update informasi mengenai model pesawat yang jatuh di BSD, Tangerang Selatan. Pesawat jatuh tersebut merupakan Tecnam P2006T, bukan Cessna 172 seperti yang dinyatakan sebelumnya.

"Ada koreksi jenis pesawat: Bukan Cessna tapi Tecnam P2006T," kata juru bicara Kemenhub Adita Irawati saat diwawancara oleh wartawan.

Sebelumnya, peristiwa pesawat jatuh di kawasan padat penduduk ini menelan korban sebanyak tiga orang, semuanya adalah kru pesawat tersebut. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary membenarkan peristiwa tersebut dan mengkonfirmasi jumlah korban. Videonya sendiri sempat viral di sosial media.

“Benar, korban tiga orang meninggal. Dua masih di dalam pesawat, satu tergeletak di luar,” tutur Ade.

Profil Pesawat Tecnam P2006T 

Pesawat ini merupakan hasil pengembangan perusahaan aviasi asal Italia bernama Tecnam dan dirilis pada tahun 2010.

Seorang insinyur penerbangan yang juga merupakan pendiri dari Tecnam, Luigi Pascale, mengatakan ia sudah terinspirasi membuat pesawat terbang yang mengutamakan rasio seimbang antara tenaga dan berat pesawat dengan keandalan mesin sejak tahun 1970an, namun hanya bisa direalisasikan di tahun 2000an karena ketiadaan teknologi yang mendukung dua aspek tersebut pada masa itu. 

Peluncuran pesawat tipe ini mendulang berbagai pujian dari berbagai kalangan di industri aviasi karena pesawat ini didapuk sebagai pesawat yang ringan dan mudah digunakan.

Bahkan, pesawat ini juga sering digunakan oleh badan antariksa Amerika Serikat NASA sebagai pesawat untuk eksperimen di atmosfer karena pesawat ini mudah untuk dimodifikasi. 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Spesifikasi Pesawat Tecnam P2006T

Tecnam P2006T adalah pesawat empat kursi bermesin ganda dengan roda pendaratan yang dapat ditarik sepenuhnya. Konfigurasi sayap tinggi yang superior menawarkan stabilitas, visibilitas kabin yang superior, dan akses yang mudah untuk penumpang dan bagasi.

Tecnam telah menggunakan pengalamannya yang luas dengan badan pesawat aluminium untuk membuat Tecnam P2006 menjadi badan pesawat yang kuat namun sangat ringan, sehingga menghasilkan rasio muatan-ke-berat total yang luar biasa.

Sayap pesawat yang membentang hingga 11.4 m ini memiliki konstruksi tradisional, yang pada dasarnya merupakan konfigurasi mono spar. Tidak hanya itu, Tecnam P2006T dilengkapi dengan dua mesin Rotax 912S dengan empat silinder empat langkah yang masing-masing berkekuatan 100hp (73kW). Mesin ini didinginkan dengan cairan dengan gearbox reduksi integral (1:2.4286) yang menggerakkan baling-baling berkecepatan konstan dengan perangkat pengatur pitch. 

Konfigurasi mesin ganda Tecnam P2006T sangat dapat diandalkan, memungkinkan pesawat untuk melakukan perjalanan jarak jauh dengan aman di atas air atau medan yang berat. Sistem bahan bakar memiliki dua tangki bahan bakar yang menyatu dengan kotak sayap dengan kapasitas total 200 liter.

3 dari 3 halaman

Harga Pesawat Tecnam P2006T

Tecnam P2006T memiliki harga mulai dari $625.000 (Rp9,9 miliar). Sementara itu,  P2006T bekas biasanya dijual seharga $350.000 (Rp5,5 miliar) hingga $520.000 (Rp8,3 miliar) pada tahun 2021, tergantung pada kondisinya yang mencakup konfigurasi badan pesawat, mesin, komponen lainnya, total jam terbang, dan kondisi pesawat itu sendiri. 

Asuransi untuk Tecnam P2006T, seperti asuransi pesawat terbang lainnya, dibagi menjadi dua bagian. Yang pertama adalah jaminan dasar, yang mencakup kerusakan pada pesawat, dan yang kedua adalah jaminan lambung opsional, yang mencakup kerusakan pada bagian pesawat itu sendiri.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.