Kritik Putin, Presenter Cantik Rusia Dikirim ke ` Medan Perang`

Gara-gara mengkritik kebijakan Presiden Vladimir Putin terkait konflik Ukraina, presenter TV cantik Rusia dikirim ke 'medan perang' itu.

oleh Tanti Yulianingsih diperbarui 05 Mar 2014, 15:30 WIB
Presenter Cantik Rusia (Russian Today)

Liputan6.com, Moskow - Gara-gara mengkritik kebijakan Presiden Vladimir Putin terkait konflik Ukraina, presenter TV cantik Rusia dikirim ke 'medan perang' itu: Crimea. Kala itu, si presenter cantik sedang siaran langsung dan mengutarakan pendapatnya bahwa tindakan yang dilakukan oleh Rusia salah.

Adalah Abby Martin, presenter di saluran televisi Rusia Today (RT) --TV yang didanai Pemerintah Kremlin atau Rusia--- yang mencela tindakan Rusia ketika sedang siaran langsung di Studio.

"Secara keseluruhan, hatiku mendukung Ukraina, yang kini terjepit sebagai pion di tengah-tengah percaturan kekuatan dunia," ujar Abby sambil mengutarakan bahwa ia mendukung warga Ukraina yang 'dipecundangi' Rusia.

Setelah siaran berakhir, pihak Russia Today langsung bereaksi atas pernyataan Abby. "Kami akan mengirim presenter Abby ke Crimea untuk memberi kesempatan, mengambil keputusan sendiri dari sudut pandangnya," ungkap pihak RT seperti dikutip Liputan6.com dari Daily Mail, Rabu (5/3/2014).

'Kesalahan' Abby -- yang merupakan pembaca berita Bahasa Inggris dari saluran RT, terjadi saat dirinya membuat pernyataannya di akhir acaranya. Berikut kutipannya:

Sebelum aku akhiri acara ini, aku ingin mengatakan sesuatu dari dalam lubuk hatiku tentang krisis politik yang sedang berlangsung di Ukraina dan pendudukan militer Rusia di Crimea.

Hanya karena aku bekerja di sini, untuk RT, bukan berarti aku tidak memiliki pendapat sendiri dan aku tidak bisa menekankan seberapa kuat aku menentang setiap intervensi militer di negara-negara berdaulat. Apa yang Rusia lakukan adalah salah.

Tak sampai di situ, Abby ternyata masih bersemangat mengomentari tindakan Rusia terhadap Ukraina saat siaran langsung di studio Washington DC, AS. Berikut lanjutannya:

Aku memang tidak tahu banyak tentang sejarah Ukraina atau dinamika budaya daerah itu, tapi apa yang aku tahu adalah intervensi militer bukanlah jawabannya. Dan aku tidak akan duduk di sini, meminta maaf atau membela agresi militer.

Selain itu, dari sudut pandangku, apa yang telah diberitakan selama ini terhadap Ukraina sangat mengecewakan. Dari semua sisi pemberitan media, penuh informasi yang tak tepat.

Secara keseluruhan, hatiku mendukung Ukraina, yang kini terjepit sebagai pion di tengah-tengah percaturan kekuatan dunia. Mereka adalah yang kalah di sini.

Yang bisa kita lakukan sekarang adalah berharap hasil yang damai, untuk situasi yang mengerikan, dan mencegah pecahnya Perang Dingin antara beberapa negara adidaya.

Sampai saat itu, aku akan tetap mengatakan apa yang aku saksikan.

Russia Today pun kemudian merilis pernyataan terkait tanggapan pribadi Abby yang muncul dalam sialan berita itu.

"Berlawanan dengan pendapat umum, RT tidak menghukum wartawannya, dan mereka bebas untuk mengekspresikan pendapat mereka sendiri. Bukan hanya secara pribadi tetapi juga langsung," tutur pihak RT.

"Kami menghormati pandangannya, dan pandangan dari semua wartawan kami, presenter dan pembawa acara kami, dan tak akan ada sama sekali teguran terhadap Abby," tambah pihak RT.

Memang tak ada teguran untuk si cantik Abby, namun pihak RT memberikan hukuman terselubung untuk karyawannya itu. Mereka mengirim Abby ke 'medan perang' Crimea.

"Dalam komentarnya, Abby juga menegaskan bahwa ia tidak memiliki pengetahuan yang mendalam tentang realitas situasi di Crimea. Dengan demikian, kami akan mengirimnya ke Crimea untuk memberikan kesempatan baginya, untuk mengambil keputusan sendiri dari sudut pandangnya," tegas pihak RT terkait pernyataan Abby.

Bagaimana mungkin presenter TV wanita dikirim ke daerah konflik tanpa pertimbangan matang. Tapi itulah yang terjadi.

Saat ini di Crimea, pasukan Rusia mengendalikan pangkalan udara Belbek, melepaskan tembakan peringatan ke udara ke arah tentara Ukraina yang mendekat.

Pasukan Rusia pun mengancam menembakkan lagi peluru jika tentara Ukraina terus maju. (Elin Yunita Kristanti)

Baca Juga:

Bosan Bersiaga, Prajurit Ukraina Ajak Tentara Rusia Main Bola

Menlu AS Kunjungi Ukraina, Rusia Luncurkan Rudal Antarbenua

[VIDEO] Momen Unik di Tengah Panasnya Konflik Ukraina

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya