Review Album: Superglad - Berandalan Ibukota

Dua tahun tak berkarya, band punk asal Jakarta, Superglad kembali menggebrak lewat album baru yang mereka beri nama 'Berandalan Ibukota'.

oleh Feby Ferdian diperbarui 17 Agu 2014, 18:30 WIB
Dua tahun tak berkarya, band punk asal Jakarta, Superglad kembali menggebrak lewat album baru yang mereka beri nama 'Berandalan Ibukota'.

Liputan6.com, Jakarta Dua tahun tak berkarya, band beraliran punk asal Jakarta, Superglad kembali menggebrak lewat album baru yang mereka beri nama Berandalan Ibukota.

Menjagokan sepuluh single cadas khas Superglad, mereka pun sukses menyegarkan ingatan para penggemar musik punk tentang betapa tidak bisa diremehkannya band ini.

Yang perlu disimak, selain hampir kesemua karyanya lahir dari tangan dingin Luks selaku sang vokalis, terdapat juga banyak musisi yang ikut menyumbang suara di album ini. Sebut saja Ras Muhamad, Farri Icksan (The S.I.G.I.T), Rindra (Musikimia), Eben (Burgerkill), Roy Jeconiah (RI-1), hingga adik dari Anda Perdana, Bonita (Bonita and The Hus-Band).

Hasilnya, musik Superglad jadi terdengar semakin kaya.

"Kami memberikan kebebasan kepada mereka (musisi tamu) dalam membuat aransemen. Dan  yang ada, kami malah terbawa karakter mereka. Contohnya saat rekaman bareng Rindra, karakter lagunya jadi mirip band lamanya, Padi," ujar Luks.

Mengenai angka sepuluh itu sendiri, sengaja dipakai Superglad  sebagai lambang  akan  usia band mereka yang kini sudah memasuki angka sepuluh. Dan bila menyimak keseluruhan lagu-lagu ini, rasanya sudah menjadi sebuah keharusan untuk menjadikan album ini sebagai salah satu koleksi anda.

Recomended Track: Anugerah dan Petaka, Hanya Maut Yang Bisa, Memori, dan Semalam Saja

Baca juga:

Superglad, Pengusung Punk Rock yang Tak Ingin Termakan Zaman

Superglad Bebaskan Sepuluh Musisi Tamu Berkreasi di Album Baru

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya