Masa Depan Layar Apple: Lebih Cerah, Hemat Daya, dan Lebih Murah

Apple kabarnya dorong Samsung dan LG kembangkan panel OLED HMO. Teknologi ini bikin layar makin cerah, efisien, dan biaya produksi murah.

Diterbitkan 04 November 2026, 18:22 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Apple telah lama berencana mengganti panel layar pada semua lini produknya dengan teknologi OLED. Terbaru, panel OLED yang tengah diproyeksikan itu kemungkinan bakal membawa peningkatan kualitas visual yang cukup signifikan.

Raksasa teknologi asal Cupertino tersebut dikabarkan tengah mendorong para pemasok utamanya, seperti Samsung Display dan LG Display, untuk mengadopsi teknik manufaktur OLED baru dengan proses sputtering dan High Mobility Oxide (HMO).

Mengutip dari Apple Insider, Rabu (4/11/2026), perubahan teknik ini diperkirakan dapat mendongkrak tingkat kecerahan dan kontras layar di masa depan, sekaligus memangkas biaya produksi agar lebih ramah di kantong.

Menurut laporan The Elec, rantai pasok Apple saat ini sedang mematangkan metode baru dalam pembuatan panel OLED tersebut.

Fokus utamanya adalah memanfaatkan proses sputtering yang sudah ada untuk menciptakan panel berbasis HMO.

HMO sendiri merupakan teknologi yang menyempurnakan Thin-Film Transistor (TFT)—komponen krusial yang bertugas menyalakan dan mematikan piksel pada layar.

Dengan mobilitas elektron yang bergerak tiga hingga lima kali lebih cepat dari biasanya, teknologi HMO sangat ideal untuk mendukung layar dengan refresh rate tinggi, seperti fitur ProMotion khas Apple.

 

Keunggulan Sputtering vs Atomic Layer Deposition (ALD)

Dalam proses manufaktur OLED, terdapat dua teknologi pengendapan material ke substrat yang sedang diuji, yaitu sputtering dan Atomic Layer Deposition (ALD).

Proses sputtering memanfaatkan plasma untuk melepaskan atom dari suatu material lalu mengendapkannya ke atas substrat.

Keunggulan utama sputtering ada pada efisiensinya. Teknologi ini dapat memanfaatkan perangkat di lini produksi OLED yang sudah ada tanpa perlu investasi besar untuk membeli mesin baru.

Sementara itu, ALD menggunakan bahan gas yang diaplikasikan langsung ke lapisan panel. Metode ini menawarkan presisi yang sangat tinggi dalam mengatur ketebalan lapisan.

Kendati presisinya tinggi, ALD memerlukan mesin dan bahan baku berbiaya mahal.

Menurut sumber industri, Samsung Display dan LG Display dikabarkan lebih memprioritaskan pengembangan sputtering, sembari tetap melakukan riset mendalam terkait ALD.

 

Sudah Diterapkan di MacBook Pro Terbaru

Meski sebagian besar laporan masih membahas upaya riset dan pengembangan oleh para pemasok layar, kenyataannya penerapan teknologi ini sudah mulai menampakkan wujud.

Berdasarkan analisis pengamat industri sekaligus mantan CEO DSCC, Ross Young, lini MacBook Pro terbaru bahkan sudah mengadopsi teknologi HMO untuk panel layarnya. Hal ini menggeser teknologi konvensional seperti LTPS atau LTPO yang biasa digunakan pada backplane.

Panel HMO tersebut diproduksi di pabrik A6 milik Samsung, yang diklaim sebagai fasilitas industri pertama di dunia yang mampu memproduksi layar HMO dengan substrat berukuran jauh lebih besar.

Kehadiran teknologi sputtering dan inovasi lanjutan dari Apple ini diprediksi bakal melahirkan generasi layar perangkat yang jauh lebih superior, cerah, efisien daya, sekaligus dibanderol dengan harga yang lebih kompetitif.