Kolaborasi Pemangku Kepentingan Jadi Kunci Utama Digitalisasi di Indonesia

Untuk menunjang transformasi digitalisasi dan ekonomi digital di Indonesia, diperlukan kolaborasi kuat antara pemangku kepentingan.

Diterbitkan 21 September 2026, 15:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perubahan teknologi semakin masif hingga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan telah mengubah cara pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Seiring perkembangan teknologi di Indonesia, kebutuhan masyarakat pun juga kian meningkat, seperti memerlukan layanan yang lebih cepat, mudah, transparan dan mudah diakses di mana saja. Terlebih, turut mendorong efisiensi kinerja industri.

Perluasan digital di Indonesia, tidak dapat berjalan lancar tanpa dukungan baik serta kolaborasi dari lintas industri hingga lembaga dan kementerian.

“Industri telekomunikasi kini telah bergeser dari sekadar penyedia konektivitas dasar menjadi enabler atau penggerak utama bagi sektor-sektor lainnya,” kata CEO & Editor-in-Chief Selular, Uday Rayana, dalam acara The 3rd Digital Transformation Forum 2026 yang digelar Selular Media Network di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Untuk terus bertahan dan maju, ia menyatakan kuncinya ada di kolaborasi lintas industri dan bertujuan menunjang segala kebutuhan menjadi lebih efisien dan produktif.

Kolaborasi Antar Pemangku Kepentingan

Kepala Biro Humas dan Teknologi Informasi Kemenko Kumham Imipas, Mamur Saputra, menyebutkan pelayanan publik harus semakin cepat dan mudah diakses.

Implementasi digital telah terbukti pada layanan seperti paspor elektronik, autogate, visa elektronik, izin tinggal digital, database narapidana terpadu, JDIH hingga legal drafting digital. Penerapan ini juga terbukti mendorong efisiensi kerja.

Dari sisi industri telekomunikasi, Vice President Head of Ecosystem Regulatory Affairs Indosat Ooredoo Hutchison, Machdi Fauzi, menggarisbawahi pentingnya ekosistem regulasi yang suportif untuk menopang konektivitas agar lebih kuat.

Ia juga menyebutkan saat ini eksekusi penyebaran jaringan masih kurang, sehingga penyediaan infrastruktur telekomunikasi ke depannya perlu didorong melalui kolaborasi bersama para mitra agar pembangunan jauh lebih efisien.

Di sisi lain, Pengurus Bidang Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Mochamad Husni, turut membagikan pengalaman adopsi teknologi dan pemanfaatan drone di perkebunan sebagai pemetaan perkebunan serta mempercepat mitigasi bencana seperti kebakaran hutan.

 

Jaringan dan Internet

Sementara itu, Ketua Bidang Kelembagaan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Elly Noor, menambahkan koordinasi antar-kementerian dan asosiasi sangat krusial untuk memastikan masyarakat tidak hanya sekadar terhubung, namun juga memperoleh standar Quality of Service (QoS) yang optimal.

Sedangkan Chief Strategy, Research and Development, Enterprise and Education Director Erajaya Digital, Mark Jefferson Go, serta Country General Manager Motorola Indonesia, Bagus Prasetyo, menyepakati dukungan dari sisi penyedia perangkat dan ritel pun sama pentingnya.

Mereka percaya integrasi antara perangkat keras, lembaga pembiayaan, penyedia konten, hingga solusi kecerdasan buatan (AI) merupakan wujud nyata kolaborasi guna memenuhi kebutuhan pengguna.

Para pemangku kepentingan meyakini digitalisasi dapat memberikan dampak ekonomi yang berlanjut dan inklusif di seluruh kehidupan masyarakat di Indonesia.