WiFi Lemot, Cek 4 Hal Tak Terduga yang Bisa Mengganggu Sinyal

Di rumah Anda mungkin juga terdapat hal apa yang disebut bad boys yang tanpa disadari terus mengganggu kualitas jaringan WiFi, coba cek deh!

Diterbitkan 21 Juli 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jaringan internet seakan sudah menjadi kebutuhan utama di dunia, termasuk WiFi. Namun siapa sangka ternyata ada banyak hal tak terduga yang dapat mengganggu kinerjanya, seperti peralatan rumah tangga dan lainnya.

Alex Hill, salah satu pelopor teknologi WiFi, termasuk orang pertama di dunia yang harus menghadapi berbagai masalah koneksi WiFi ini. Pada 1993, saat masih menjadi profesor di Carnegie Mellon University, Amerika Serikat, dia memimpin tim pembangunan salah satu jaringan WiFi berskala besar pertama di dunia. 

Melansir laman BBC, Selasa (21/7/2026), Hills menceritakan pengalamannya dalam buku WiFi and the Bad Boys of Radio. Istilah Bad Boys  menggambarkan berbagai faktor yang menghambat kelancaran koneksi WiFi.

Di rumah Anda mungkin juga terdapat hal apa yang disebut bad boys yang tanpa disadari terus mengganggu kualitas jaringan WiFi, sehingga aktivitas internet sehari-hari, termasuk menikmati media sosial atau konten favorit, menjadi terganggu. Sebagian penyebabnya cukup umum, seperti dinding yang tebal. Namun, ada pula yang terdengar cukup tidak biasa.

Berikut beberapa hal yang bisa menggangu jaringan wifi, apa saja?

1. Oven Microwave

Ternyata alat pemanggang juga dapat mengganggu koneksi wi-fi. Seperti kebanyakan teknologi komunikasi nirkabel, WiFimengirimkan informasi melalui gelombang radio.

Pemerintah di berbagai negara mengalokasikan sebagian besar frekuensi radio untuk keperluan tertentu, seperti penegakan hukum, pengendalian lalu lintas udara, serta siaran radio AM dan FM. Namun, ada beberapa pita frekuensi yang dibebaskan untuk penggunaan publik tanpa memerlukan lisensi.

Sebagai contoh, frekuensi 2,4 GHz merupakan salah satu pita frekuensi yang paling umum digunakan jaringan wi-fi dan perangkat Bluetooth. Menariknya, frekuensi yang sama juga digunakan oleh oven microwave untuk memanaskan makanan.

Oven microwave dirancang dengan pelindung agar gelombang mikro tetap berada di dalam perangkat. Namun, jika Anda menggunakan microwave yang sudah tua atau membuka pintunya sebelum proses pemanasan selesai, menurut Alex Hills, gelombang yang bocor dapat mengganggu sinyal WiFi.

"Itu merupakan salah satu sumber gangguan paling signifikan yang sering dibicarakan orang," kata Hills. Gangguan serupa juga dapat berasal dari kebocoran frekuensi pada lampu fluoresen atau sistem pengapian kendaraan.

Meski begitu, Hills menilai microwave saat ini sudah jauh lebih jarang menimbulkan masalah. Selain kualitas pelindungnya yang lebih baik, jaringan wi-fi modern juga dapat beroperasi pada frekuensi 5 GHz, sehingga tidak lagi bergantung pada pita 2,4 GHz.

Namun, jika Anda masih menggunakan perangkat WiFi lama atau microwave yang sudah berumur, memanaskan makanan beku tetap berpotensi mengganggu koneksi internet.

2. Akuarium

Jika Anda memelihara ikan atau hewan air lainnya di rumah, akuarium juga dapat menjadi penyebab gangguan pada sinyal WiFi. "Sinyal radio secara alami akan semakin melemah seiring bertambahnya jarak," kata Alex Hills.

"Namun, terkadang sinyal tersebut harus menembus suatu benda yang membuatnya semakin lemah. Kami menyebut fenomena itu sebagai shadowing."

Wi-fi dan air bukanlah kombinasi yang ideal. Selain berbagai faktor lainnya, molekul air dapat bertindak seperti magnet kecil yang menyerap energi sinyal radio. Jika terdapat akuarium di antara perangkat Anda dan router, hal itu dapat menciptakan area tanpa sinyal atau wi-fi dead zone.

Menurut Hills, shadowing merupakan masalah terbesar yang dihadapi pengguna jaringan WiFi, dan penyebabnya bukan hanya akuarium.

Gelombang radio relatif mudah menembus material seperti kayu dan papan gipsum (drywall). Namun, jika dinding rumah terbuat dari bahan yang lebih padat, seperti bata atau beton, sinyal akan jauh lebih sulit menembusnya.

"Bayangkan ada jalur lurus antara router dan perangkat yang ingin Anda hubungkan," ujar Hills. "Sinyal memang dapat memantul ke berbagai arah di dalam ruangan untuk mencari jalur alternatif menghindari hambatan. Namun, semakin banyak penghalang di sepanjang jalur tersebut, semakin sulit pula sinyal mencapai perangkat tujuan."

Jarak yang lebih pendek juga akan membantu meningkatkan kualitas koneksi WiFi. Karena itu, menempatkan router di bagian tengah rumah dan pada posisi yang lebih tinggi merupakan langkah awal yang disarankan.

Jika cara tersebut belum cukup efektif, Anda dapat menggunakan wi-fi extender untuk memperkuat jangkauan sinyal atau mengganti router dengan sistem mesh WiFi, yaitu jaringan yang mendistribusikan sinyal melalui beberapa perangkat kecil yang ditempatkan di berbagai titik di rumah.

Dengan cara itu, Anda bisa memperoleh koneksi WiFi yang lebih merata tanpa harus memindahkan atau mengganggu akuarium beserta ikan peliharaan Anda.

3. Cermin

Jika oven microwave dapat mengganggu sinyal WiFi dan akuarium dapat menyerapnya, ada satu penyebab umum lain yang juga sering luput dari perhatian, yaitu pantulan (refleksi) sinyal.

Gelombang radio merupakan salah satu bentuk cahaya. Sama seperti cahaya yang dapat dipantulkan oleh permukaan reflektif seperti cermin, sinyal WiFi juga dapat mengalami pantulan serupa.

Permukaan datar dan mengilap lainnya, seperti televisi, juga dapat menimbulkan masalah yang sama. Gangguan serupa bisa terjadi jika dinding bangunan menggunakan lembaran logam sebagai bagian dari material konstruksi.

Jika terdapat area tanpa sinyal (dead spot) di rumah, coba bayangkan garis lurus antara posisi Anda dan router. Perhatikan apakah terdapat cermin atau televisi besar di jalur tersebut yang mungkin memantulkan sinyal menjauh dari perangkat.

Anda dapat mempertimbangkan untuk memindahkan benda-benda dengan permukaan reflektif tersebut. Namun, jika tidak ingin mengubah tata letak ruangan, penggunaan WiFi extender juga dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah ini.

4. Musim dingin

Hujan biasanya tidak akan mengganggu koneksi WiFi, kecuali jika Anda menggunakan jaringan yang berada di gedung lain dengan jarak terbuka di antaranya. Namun, ketika kondisi cuaca menjadi sangat buruk, koneksi dapat mulai mengalami gangguan.

Hujan salju dapat melumpuhkan infrastruktur yang melayani rumah, lingkungan, bahkan seluruh kota. Hal ini bisa terjadi karena suhu ekstrem yang sangat dingin merusak komponen logam di dalam kabel, atau karena tumpukan salju menghalangi sinyal satelit.

Suhu panas juga dapat menimbulkan masalah serupa. Bahkan ketika cuaca bukan penyebab langsung gangguan, jaringan tetap dapat melambat ketika seluruh anggota rumah menggunakan internet secara bersamaan, misalnya menonton YouTube dari dalam rumah.

Artinya, gangguan pada aktivitas digital, termasuk terhambatnya akses ke berbagai konten internet, bisa menjadi salah satu dampak lain dari perubahan iklim.

Solusinya, selain berkontribusi menjaga lingkungan, pengguna juga dapat mendorong perusahaan telekomunikasi dan pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah pencegahan secara proaktif.

Terkadang, ketika badai salju menutupi antena parabola satelit dengan tumpukan salju, Anda harus mengambil sekop dan membersihkannya agar koneksi kembali berfungsi.