Terlambat Penuhi Jadwal Migrasi, Ini Alasan Axis

Operator selular bungsu itu mengaku telah mencoba memenuhi jadwal yang sudah ditentukan pemerintah.

Diterbitkan 02 September 2013, 14:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Base transceiver station (BTS) milik PT Axis Telekom (Axis) terancam dimatikan karena belum selesai proses re-tuning. Namun operator itu mengaku sudah mencoba memenuhi jadwal yang ditentukan pemerintah.

Salah satu penyebab terlambatnya proses migrasi ini adalah karena masalah interferensi pada jaringan baru Axis di kanal 11 dan 12. Head of Corporate Communication Axis Anita Avianty mengatakan, Axis pernah melakukan migrasi ke 'rumah' barunya namun terpaksa kembali karena masih belum memungkinkan.

"Kami kan sempat pindah ke kanal 11 dan 12 yang ditetapkan jadi tempat baru, tapi layanan kami malah jadi berantakan. Pelanggan sama sekali gak bisa telepon. Maka gak ada pilihan, kami harus kembalikan ke lokasi semula," kata Anita.

Anita mengklaim Axis sudah melakukan pelaporan secara intens kepada pemerintah atas interferensi jaringannya dengan milik Smart Telecom. Namun, pihak terkait tak segera mengambil tindakan sesuai dengan pedoman tata laksana yang terdapat di Peraturan Menteri Kominfo Nomor 19 tahun 2013 (PM 19/2013).

"Keterlambatan pindah kami ada alasannya. Keterlambatan dalam menangani laporan Axis juga berkontribusi terhadap keterlambatan tersebut, padahal di PM 19/2013 itu kan jelas penatalaksanaan teknis tata ulang kanalnya," papar Anita lagi.

Demi menanggulangi interferensi, pemerintah memang telah meminta Axis untuk memindahkan kanalnya dengan menambahkan filter sebagai pelindung dari interferensi dari jaringa lain. Sayangnya, menurut Anita, Axis masih belum mengetahui filter seperti apa yang harus dipakainya karena monitoring dan pengukuran bersama tidak dilakukan ke seluruh BTS.

"Kami siap jika memang harus pakai filter, tapi kan gak tahu filter yang dibutuhkan itu yang gimana. Masa ntar mau nyaring pasir pakai saringan batu, ya percuma dong," imbuh Anita lagi.

Kini, pelanggan Axis yang berada di sekitar BTS yang belum pindah kanal terancam tak bisa menikmati layanan komunikasi yang disediakan. Axis sendiri mengaku sedikit kecewa dengan kondisi yang sedang dihadapinya akibat penataan ulang kanal di spektrum 2,1 Ghz.

"Tata ulang kan tujuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik untuk pelanggan, bukan malah buat pelanggan kami gak bisa nikmati layanan yang sudah menjadi haknya," tandas Anita. (den/dew)