Bocoran PS6 Ungkap Performa Naik Tajam, Tapi Harganya Mulai Bikin Gamer Khawatir

Bocoran PS6 disebut membawa lonjakan performa besar, terutama untuk ray tracing. Tetapi isu harga mulai membuat gamer khawatir.

Diterbitkan 21 April 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rumor tentang PlayStation 6 atau PS6 di internet belakangan ini bikin gempar. Kabarnya, konsol baru Sony tersebut akan membawa performa jauh lebih cepat dari PS5, terutama saat menangani ray tracing.

Namun, di balik kabar yang menjanjikan tersebut, ada satu hal yang mulai mengusik perhatian gamer, yakni harga PS6 saat meluncur resmi di pasaran nanti.

Informasi ini terungkap dari kanal YouTube Moore’s Law Is Dead, di mana ia mengklaim memperoleh detail baru dari dokumen internal milik AMD.

Mengutip Techspot, Senin (20/4/2026), PS6 diperkirakan akan membawa peningkatan performa grafis sekitar tiga kali lipat dibandingkan PS5.

PS6 dirumorkan mampu menangani ray tracing enam hingga 12 kali lebih cepat dibanding PS5. Klaim ini membuat PS6 sempat dibandingkan dengan GPU kelas atas.

Meski begitu, leaker lain, KeplerL2, menilai angka ray tracing tidak bisa langsung dianggap sebagai gambaran utuh performa konsol.

Menurutnya, ray tracing hanya salah satu bagian dari proses rendering game. Masih ada rasterisasi dan tugas grafis lain tetap memengaruhi performa konsol secara keseluruhan.

Oleh sebab itu, peningkatan total PS6 ketika dipakai untuk bermain game diperkirakan ada di kisaran sedikit di atas 300 persen. Akan tetapi, hal tersebut juga tergantung dari jenis game.

Jika dibandingkan dengan PC, bocoran terbaru menempatkan konsol PS6 di level mendekati RTX 4080. Perbandingan ini memang tidak sepenuhnya setara, tetapi bisa memberi gambaran Sony tengah menyiapkan konsol dengan performa kompetitif.

Di sisi lain, harga PS6 juga jadi bahan perdebatan. Kenaikan harga RAM disebut-sebut membuat biaya produksi konsol baru ini ikut melonjak.

Dalam bocoran tersebut, PS6 saat ini diperkirakan akan dijual di harga USD 760 atau sekitar Rp 13 jutaan. Meski begitu, KeplerL2 menilai harga itu masih mungkin dipilih Sony.

Untuk menekan harga, perusahaan asal Jepang itu kemungkinan akan memangkas kapasitas storage dan menghilangkan disc drive pada model awal.

Saat ini, PS6 diperkirakan meluncur di pasaran pada akhir 2027 atau awal 2028. Gimana, tertarik untuk beli konsol ini saat meluncur di Indonesia?

PS6 Disebut Punya Varian Murah Mirip Xbox Series S

PS5. (Doc: Sony PlayStation)

Sebuah rumor panas di industri game kali ini datang dari konsol masa depan Sony, PS6. Generasi penerus PS5 ini dikabarkan akan hadir dalam dua varian, salah satunya adalah versi dengan harga lebih terjangkau yang strateginya meniru Xbox Series S.

Pada awalnya varian ini disambut gembira, tetapi justru malah memicu kekhawatiran di kalangan para gamer.

Mengutip PlayStation Lifestyle, Senin (1/9/2025), bocoran ini pertama kali diungkap oleh YouTuber populer yaitu Moore's Law Is Dead (MLID).

MLID ini terkenal karena kemampuannya sejak pertama kali membocorkan PS5 Pro. Ia punya rekam jejak yang bagus dan akurat saat membocorkan PS5 Pro sebelumnya.

Dalam laporannya, MLID mengklaim Sony akan merilis varian PS6 "S" yang spesifikasinya lebih rendah bersamaan dengan konsol PS6 reguler dan konsol portabelnya.

Kabar kehadiran PS6 versi murah ini pun langsung tersebar luas menjadi perbincangan hangat di kalangan forum game. 

Godaan Harga Murah di Balik PS6 "S"

PS5 serta beberapa aksesoris pelengkap. (Doc: PlayStation)

Mengingat biaya dan harga yang melonjak, bisa dipahami mengapa Sony mungkin tergoda untuk memperkenalkan varian PS 6 yang lebih murah.

Jika Sony benar-benar merilis versi murah, langkah ini bisa jadi strategi untuk menanggapi naiknya biaya produksi dan harga konsol dari generasi ke generasi.

Dengan tawaran pilihan yang lebih ramah di kantong, Sony berpotensi bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Tipster itu pun bahkan menyebut konsol ini sebagai "PS6 S" Canis, karena kabarnya akan menggunakan chip dan RAM Canis.

Secara bisnis langkah ini masuk akal untuk menekan harga, tapi kekhawatirannya ada pada perbedaan spesifikasi antara kedua model.

Kesenjangan performa yang terlalu besar bisa menjadi pedang bermata dua buat ekosistem PlayStation itu sendiri di masa depan. 

Ancaman bagi Pengembang dan Kualitas Game?

Penampakan konsol PS5. (Doc: PlayStation)

Kekhawatiran para fans bukan tanpa alasan. Konsol Xbox Series S sering menjadi sasaran kritik karena dianggap "menghambat" kemajuan game generasi saat ini.

Banyak pengembang mengeluh karena mereka harus bekerja lebih keras untuk melakukan penyesuaian. Hal itu dilakukan agar game tetap bisa berjalan lancar di konsol dengan spesifikasi lebih rendah.

Jika Sony memaksa para developer untuk mendukung dua versi PS6 dengan perbedaan performa yang cukup jauh, hal ini bisa membuat mereka kesulitan dan bisa saja berujung pada rasa frustrasi.

"Tolong jangan ada lagi konsol 'S'... itu buruk bagi pengembang dan biasanya juga buruk untuk game dan optimisasinya," tulis seorang pemain di Reddit.

Kekhawatiran ini menunjukkan bahwa gamer ingin bermain dengan pengalaman terbaik tanpa gangguan teknis.Â