Cisco Perkenalkan Platform Edge Terintegrasi untuk Olah Data AI

Cisco Unified Edge merevolusi AI dengan membawa pemrosesan langsung ke lokasi edge, memungkinkan inferensi real-time dan mengatasi tantangan infrastruktur.

Diterbitkan 21 November 2025, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Raksasa teknologi jaringan, Cisco, menawarkan sebuah paket terintegrasi yang menggabungkan kemampuan jaringan, komputasi, dan penyimpanan data.

Inisiatif ini dirancang untuk membantu pelanggan korporasi menangani data dari kecerdasan buatan (AI) dan beban kerja lainnya secara lebih efisien, khususnya di lokasi edge atau tepian jaringan, tempat data umumnya dihasilkan.

Platform baru yang diberi nama Cisco Unified Edge ini hadir dengan tautan jaringan uplink 25G dan ditenagai oleh System On a Chip (SOC) berbasis prosesor Intel Xeon.

Perangkat dengan sasis 3U dengan lebar 19 inci ini menawarkan lima slot depan untuk modul compute nodes, GPU, serta modul lainnya yang mencakup networking node untuk fungsi routing, switching, dan kapabilitas Secure Access Service Edge (SASE).

Menurut Cisco, sebagaimana dikutip dari Network World, Jumat (21/11/2025), Unified Edge mampu mendukung hingga 120 terabyte penyimpanan data, serta dilengkapi dengan sistem daya dan pendinginan yang berlebihan (redundant) untuk memastikan keandalan operasional.

Keamanan Berbasis Zero-Trust

Dalam aspek keamanan, platform ini mengadopsi teknologi zero-trust untuk mengamankan akses, segmentasi, serta melindungi aplikasi dan model AI.

Senior Vice President dan General Manager Cisco, Jeremy Foster, menjelaskan bahwa pelanggan dapat menambahkan berbagai paket dari portofolio keamanan Cisco.

"Kami dapat menyertakan hal-hal seperti Isovalent sehingga mereka memiliki container environment yang aman, misalnya jika mereka menggunakan penerapan jenis Red Hat," ujar Foster.

 

 

Manajemen Skala Besar Melalui Cloud

Pengelolaan Unified Edge dapat dilakukan secara terpusat melalui platform berbasis cloud milik Cisco, Intersight.

Foster menuturkan, platform ini memungkinkan tim IT untuk memperluas penerapan hingga ribuan lokasi.

Intersight juga menggeser fokus tim IT dari tugas administratif menjadi pencapaian hasil bisnis, serta menyediakan kapabilitas manajemen infrastruktur yang dioptimalkan untuk edge, seperti fleet management, cetak biru solusi full-stack, dan zero-touch provisioning. 

Pergeseran Beban Kerja AI ke Edge

Dalam sebuah unggahan blog, Foster menekankan bahwa AI kini bergerak mendekat ke lokasi sumber data.

"Pada 2027, 75% data korporasi akan dibuat dan diproses di edge, seiring pergeseran beban kerja AI dari pelatihan model terpusat ke inferensi waktu nyata," tulis Foster.

Ia memberikan contoh: operasi drive-through di sektor ritel mengandalkan inferensi untuk mengoptimalkan alur pesanan dan pengalaman pelanggan. Sementara di sektor manufaktur, sistem machine vision bergantung pada analitik berlatensi rendah untuk memantau aset dan mencegah downtime.

Unified Edge, yang diumumkan pada acara Cisco Partner Summit, akan menjadi bagian dari berbagai paket pihak ketiga yang dapat dikonfigurasi dalam beragam cara.

"Platform ini dapat ditentukan oleh pelanggan. Misalnya, jika pelanggan memiliki beban kerja dan mereka memutuskan ingin menggunakan Nutanix, mereka dapat bekerja sama dengan mitra mereka untuk mengonfigurasi server dengan jumlah memori dan penyimpanan yang mereka inginkan. Kemudian kami akan mengirimkan sistem Unified Edge yang sudah disesuaikan," Foster menjelaskan.

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)