Alasan LG Getol Ekspansi Pabrik dan Talenta Lokal di Indonesia

LG menilai Indonesia bukan hanya pasar potensial dengan populasi besar, tetapi juga memiliki prospek pertumbuhan yang menjanjikan di kawasan Asia Tenggara.

Diterbitkan 21 Oktober 2025, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah kecenderungan perusahaan teknologi global yang menahan atau mengalihkan investasi ke luar negeri akibat ketidakpastian ekonomi global, LG Electronics Indonesia (LGEIN) mengambil langkah kontras.

Alih-alih mencari negara yang dianggap lebih 'ramah' investasi, LG justru memutuskan menambah modal dengan mengekspansi pabrik Air Conditioner (AC) di Cibitung, Jawa Barat, yang sudah mulai beroperasi.

Pabrik LG terbaru ini menempati area seluas 32 ribu m2, dengan total nilai investasi awal sebesar Rp 374 miliar. Perusahaan bahkan berencana meningkatkan kapasitas produksi hingga dua kali lipat pada tahun mendatang.

Keputusan ini menegaskan pandangan LG bahwa Indonesia bukan hanya pasar potensial dengan populasi besar, tetapi juga memiliki prospek pertumbuhan yang menjanjikan di kawasan Asia Tenggara.

"Kami juga tidak cuma membuka fasilitas produksi untuk produk elektronik konsumen, tetapi juga menambahkan pusat Riset dan Pengembangan (R&D)," ujar Presiden LG Electronics Indonesia, Ha Sang-chul, saat sedia media roundtable, Senin (20/10/2025) di Jakarta.

Lebih lanjut, Ha menjelaskan komitmen perusahaan untuk terus merekrut talenta local di Indonesia.

"Kami terus merekrut talenta lokal Indonesia untuk mengembangkan produk, bukan hanya untuk pasar domestik, tetapi juga untuk pasar global," imbuhnya.

Langkah strategis LG ini menjadi pembeda signifikan dibanding sejumlah kompetitor yang masih menempatkan basis produksinya di negara lain di Asia Tenggara.

Dengan mengintegrasikan produksi dan pengembangan di dalam negeri, LG tidak hanya memperkuat rantai pasokan regional tetapi juga berpotensi meningkatkan daya saing melalui inovasi yang dikembangkan langsung di Indonesia.

"Kami melihat bahwa Indonesia memiliki potensi besar. Itulah sebabnya LG akan terus melanjutkan dan memperluas investasi di Indonesia," Ha menegaskan.

 

Pusat R&D LG di Indonesia

Kehadiran pusat R&D LG di Indonesia, tepatnya di Cibitung, diharapkan mampu menciptakan lebih banyak peluang bagi profesional muda lokal di bidang teknik, desain produk, dan teknologi digital.

Perusahaan menargetkan agar inovasi yang lahir dari fasilitas ini dapat berkontribusi signifikan terhadap produk LG di pasar global di masa mendatang.

Melalui strategi investasi yang berfokus pada produksi dan pengembangan teknologi ini, LG Electronics menegaskan bahwa posisi Indonesia telah bergeser dari sekadar pasar penjualan menjadi mitra penting di ranah global.

Marketing & Relation Director LG Electronics Indonesia, Jay Jang, menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam riset dan pengembangan.

"Adanya R&D subsidiary di sini, itu menjadi suatu bukti bahwa Indonesia mampu untuk menerapkan hal tersebut. Tidak mungkin kami membangun sebuah R&D subsidiary di sini, kalau tidak ada potensi dan kualitas. Di mata kami, Indonesia itu sangat penting," ucap Jay Jang.

Untuk diketahui, fasilitas ini menjadi R&D subsidiary pertama LG di luar Korea Selatan. R&D ini berfokus pada pengembangan smart TV berbasis webOS dan AI yang disesuaikan dengan karakteristik pengguna lokal.

 

Bos LG Indonesia Bongkar Cara Perusahaan Bersaing dengan Produk China

Produk elektronik dan teknologi buatan China tak bisa dipungkiri sudah mampu bersaing dengan produk dari Korea Selatan, seperti LG Electonics. Mereka juga agresif secara harga dan teknologi. 

Untuk bisa tetap relevan dan unggul di tengah persaingan yang ketat tersebut, President of LG Electronics Indonesia Ha Sang-chul, mengungkapkan strategi perusahaan. 

Ia mengatakan perusahaan akan mampu bersaing dengan kompetitor karena memiliki kepercayaan terhadap kualitas dan proposisi harga bagi pelanggan di Indonesia. 

"Saya percaya bahwa dengan logo LG, orang (konsumen) akan merasa tenang. Itu adalah bagian yang paling penting, kami bisa berkompetisi," ujar Mr Ha saat sesi media roundtable, Senin (20/10/2025) di Jakarta. 

Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa perusahaan telah memiliki sejumlah fasilitas produksi dan layanan servis lokal yang telah dibangun selama lebih dari tiga dekade.

"Kompetisi adalah hal baik, karena kompetisi membuat kami bisa terus berinovasi sehingga kami bisa memberikan lebih banyak pilihan bagi pelanggan. kita telah memiliki fasilitas produksi dan layanan servis lokal selama lebih dari tiga dekade, yang tidak bisa dicapai dalam waktu singkat," Mr Ha melanjutkan.

Ia mengklaim, LG bukan sekadar perusahaan hardware biasa, di mana perusahaan terus mencoba untuk memberikan kepercayaan terhadap pelanggan.

"LG bukan hanya sebuah perusahaan hardware. Kami mencoba untuk memberikan kasih sayang, pertemanan, dan kepercayaan terhadap pelanggan. Itu adalah sebagian kecil strategi LG untuk bersaing dengan kompetitor," Mr Ha menandaskan. 

INFOGRAFIS JOURNAL Negara dengan Konsumsi dan Produksi Beras Jadi Nasi Terbanyak di Dunia