Penemuan Makam Viking di Denmark Ungkap Keberadaan Raja Bluetooth?

Pekerja konstruksi secara tidak sengaja menemukan situs makam Viking, yang disebut berkaitan dengan Raja Bluetooth. Benarkah?

Diterbitkan 23 Juni 2025, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pekerja konstruksi yang melakukan penggalian sekitar enam kilometer di utara Aarhus, Denmark, secara tidak sengaja menemukan situs makam Viking.

Temuan arkeologis yang diperkirakan berasal dari paruh kedua abad ke-10 ini diperkirakan memiliki kaitan langsung dengan salah satu penguasa paling terkenal Denmark: Raja Harald "Bluetooth" Gormsson.

Ya, tepat sekali, nama Raja Bluetooth diambil untuk penamaan fitur nirkabel praktis yang ada di ponsel pintar dan gadget terkini.

Menurut informasi dari Museum Moesgaard, sekitar 30 kuburan yang berisi artefak dan harta karun ini merepresentasikan spektrum seluruh hierarki sosial pada era tersebut.

Penemuan ini meliputi kotak berbenang emas, mutiara, koin, keramik, dan bahkan sepasang gunting yang kemungkinan dimiliki oleh seorang wanita bangsawan penting pada masa itu.

Mengutip Popular Science, Senin (23/6/2026), kotak berbenang emas tersebut merupakan penemuan yang sangat luar biasa, karena para ahli meyakini bahwa ini adalah contoh ketiga yang terkonfirmasi dari jenisnya.

Sisa-sisa manusia seperti tulang dan gigi juga ditemukan di situs tersebut, bersama dengan kuburan yang lebih kecil dan tidak terlalu mewah yang kemungkinan merupakan tempat peristirahatan para pekerja budak dari keluarga elit.

"Temuan ini menggambarkan lingkungan aristokrat yang terhubung dengan kekuasaan kerajaan, dan merupakan bagian dari dunia Viking yang luas dan dinamis," kata Kasper Andersen, seorang sejarawan Zaman Viking di Moesgaard.

Para arkeolog berspekulasi bahwa situs pemakaman ini kemungkinan terkait dengan pertanian seorang bangsawan yang terletak kurang dari 1,05 kilometer jauhnya.

 

Perubahan Arus Budaya

Temuan pertanian tersebut, yang ditemukan pada tahun 1980-an, kemungkinan milik seorang earl atau pengelola Raja Harald Bluetooth--seorang tokoh legendaris pada masanya.

Putra dari Raja Gorm the Old, Harald Bluetooth, memerintah Denmark dan Norwegia dari sekitar tahun 958–986 Masehi, yang mana diduga mendapatkan julukannya dari gigi berwarna mencolok.

Lebih penting lagi, ia dikenang karena menyebarkan agama Kristen di seluruh Denmark, serta mengkonsolidasikan kekuasaan atas wilayah Jutland dan Zealand.

Pengaruh budaya dan teritorial Bluetooth secara terkenal disimbolkan oleh Batu Jelling, sebuah batu rune besar yang didirikan di kota dengan nama yang sama oleh raja pada tahun 965 Masehi.

Monumen tersebut berfungsi untuk memperingati orangtuanya dan mencantumkan pencapaiannya, sering disebut sebagai "Akta Kelahiran Denmark".

Namun, bukti arkeologis yang lebih baru menunjukkan bahwa Bluetooth mungkin tidak memperkenalkan agama Kristen ke kerajaannya, melainkan lebih memformalkan pengakuannya di tengah perubahan arus budaya.

 

Awal Mula Penamaan Fitur Bluetooth

Meskipun demikian, upaya Raja Harald untuk mempersatukan wilayahnya tetap menjadi fokus utama dalam sejarah Skandinavia.

Pengaruhnya begitu menonjol sehingga pada tahun 1990-an, raksasa telekomunikasi Swedia Ericsson memilih "Bluetooth" sebagai nama sandi untuk teknologi yang dimaksudkan untuk "menyatukan" industri komputer dan layanan seluler.

Nama tersebut akhirnya melekat, dan telepon seluler Ericsson T39 diakui sebagai telepon pertama yang memiliki konektivitas Bluetooth pada perilisannya di tahun 2001.

Ikonnya yang mudah dikenali dan masih digunakan hingga saat ini, merupakan rune Nordik untuk huruf "B" yang juga ditampilkan secara mencolok pada Batu Jelling milik Raja Bluetooth. 

Infografis 8 Urutan Pewaris Takhta Kerajaan Inggris Setelah Raja Charles III. (Liputan6.com/Trieyasni)