Sukses

5 Tips Merawat Battery Health iPhone Biar Tak Terus Turun

Berikut 5 tips merawat battery health iPhone agar tidak terus turun, pengguna iPhone perlu tahu.

Liputan6.com, Jakarta - Bagi pengguna iPhone kesehatan baterai atau battery health mungkin jadi aspek utama yang dianggap sebagai penentu kesehatan ponsel.

Sebagian besar pengguna iPhone pun kerap menjaga agar battery health di iPhone mereka tidak terus turun.

Battery health yang terus turun pun bisa berpengaruh pada kinerja perangkat. Bahkan, ada kasus ponsel mendadak mati meski kapasitas dayanya belum benar-benar habis.

Menurunnya battery health iPhone sebenarnya tidak perlu jadi momok menakutkan bagi pengguna iPhone. Pasalnya seiring dengan penggunaan perangkat dan pengisian daya yang dilakukan, battery health iPhone sangat mungkin berkurang.

Nah, untuk menghindari penurunan battery health yang begitu drastis, berikut sejumlah tips iPhone yang bisa dilakukan, dikutip dari Gizchina.

1. Jangan Tunggu Hingga iPhone Mati untuk Mengisi Daya

Berdasarkan pernyataan resmi Apple, faktor inti yang mempengaruhi masa pakai baterai iPhone adalah 'usia kimia baterai.'

Untuk menghitungnya, siklus mengacu pada siklus dari 0 hingga 100 persen, yakni jumlah pengisian dan pengosongan. Standar Apple untuk ini adalah, ketika siklus pengisian mencapai 500 kali, baterai dapat bertahan hingga 80 persen dari kapasitas awal.

Jika battery health iPhone kamu lebih rendah dari 80 persen selama masa garansi, pengguna bisa mengajukan permohonan ke layanan purna jual resmi Apple untuk penggantian baterai gratis.

Perlu diketahui, standar yang diberikan Apple sangatlah konservatif. Pasalnya, jika pengguna sudah mencapai 500 siklus penggunaan normal, battery health tidak akan turun hingga 80 persen dalam waktu yang begitu cepat.

Jadi, jika pengguna mau memperlambat penurunan battery health iPhone mereka, hindari pengisian saat baterai iPhone sudah benar-benar kosong alias 0 persen.

Biasanya, pengguna bisa mengisi ulang kapan saja, namun waktu yang tepat untuk mengisi daya adalah mempertahankan kisaran antara 25-75 persen. Ketika baterai sudah mencapai 25 persen, pertimbangkan untuk isi daya.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 5 halaman

2. Hindarkan iPhone dari Suhu Panas

Salah satu kebiasaan buruk yang kerap dilakukan pengguna iPhone adalah meletakkannya di dashboard mobil, sehingga ponsel terekspos sinar matahari.

Padahal, segala bentuk panas yang mengenai ponsel dapat memengaruhi kesehatan baterai, karena bahan kimia yang digunakan dalam baterai lithium akan bereaksi terhadap perubahan suhu.

Oleh sebab itu, pastikan iPhone pengguna selalu berada di lingkungan yang tidak berkenaan langsung dengan suhu yang panas agar menghindari penurunan kualitas baterai.

3 dari 5 halaman

3. Aktifkan Fungsi Pengisian Optimasi Baterai

Guna menjaga usia baterai lebih panjang, keberadaan trickle charging masih cukup diperlukan. Untuk itu, perlu juga mengaktifkan fungsi optimasi pengisian daya.

Fungsi opsimasi pengisian daya baterai diaktifkan secara default di iPhone. Nah, jika pengguna tidak peduli dengan masa pakai baterai perangkatnya, mereka bisa menonaktifkannya.

Setelah mematikannya, kecepatan pengisian iPhone akan meningkat namun efeknya tidak begitu jelas.

Fungsi optimasi sendiri akan secara cerdas mempelajari kebiasaan pengisian daya pengguna. Jika pengguna terbiasa mengisi daya ponsel semalaman, optimasi akan mengingat interval waktu ini.

Setelah pengisian hingga 80 persen fitur optimasi ini akan memperlambat kecepatan pengisian dan memperpanjang waktu pengisian. Hal ini akan sangat melindungi kesehatan baterai.

4 dari 5 halaman

4. Jangan Pakai iPhone Saat Lagi Di-charge

Suhu pengoperasian penuh baterai lithium perangkat elektronik, seperti smartphone adalah 0-40 derajat. Ketika suhu lebih rendah dari 0 derajat Celcius, kinerja baterai lithium akan menurun.

Sementara, ketika suhu lebih tinggi dari 35 derajat Celcius, kapasitas baterai akan hilang.

Dalam hal ini, Apple secara resmi menyatakan, lingkungan terbaik untuk mengisi perangkat adalah zona suhu antara 16-22 derajat Celcius.

Selain itu Apple juga menekankan, "saat menggunakan iPhone di lingkungan yang sangat dingin, waktu penggunaan ponsel akan berkurang dan baterai akan cepat habis. Namun situasi ini hanya sementara. Ketika suhu baterai kembali ke kisaran operasi normal, kinerjanya akan berkurang."

Oleh karena itu, pengguna harus menghindari meletakkan iPhone di lingkungan yang suhunya lebih tinggi dari 35 derajat.

iPhone dapat membatasi pengisian daya setelah daya mencapai 80 persen. Jika pengguna mengisi daya ponsel di lingkungan suhu tinggi untuk waktu lama, hal ini akan menyebabkan kerusakan yang tidak bisa diperbaiki.

Selain faktor lingkungan, panas dari ponsel juga akan mempengaruhi masa pakai baterai. Banyak orang biasa main gim saat baterai diisi, dan hal ini membuat pemanasan yang tidak normal di bodi iPhone.

Untuk itu, demi battery health, usahakan untuk mengindari pengisian daya saat bermain gim.

5 dari 5 halaman

5. Pakai Charger Original atau Tersertifikasi Apple

Kebanyakan kecelakaan pada pengisian daya disebabkan oleh penggunaan pengisi daya pihak ketiga yang lebih rendah. Kepala charger pihak ketiga yang lebih rendah tidak memiliki mekanisme keamanan yang sesuai.

Dengan begitu, selalu ada risiko overshoot, overheating, atau korsleting. Meski pengisi daya Apple asli belum tentu merupakan pengisian daya tercepat, namun menjadi yang paling aman.

Pasalnya, pengisi daya resmi Apple memiliki perlindungan arus berlebih, perlindungan terhadap tegangan berlebih, perlindungan terhadap suhu berlebih, hingga perlindungan terhadap api pada casing.

Selain memastikan keamanan, hal ini juga meminimalisasi penurunan kesehatan baterai.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.