Sukses

Duh, Makin Banyak Pengembang Abaikan Aplikasi di Google dan App Store

Liputan6.com, Jakarta Pengembang aplikasi Android maupun iOS berbondong-bondong meninggalkan aplikasi mereka dari toko aplikasi Google Play Store. Demikian menurut laporan baru dari Pixalate.

Mengutip Phone Arena, Rabu (5/10/2022), Pixelate menyebut, aplikasi yang ditinggalkan adalah aplikasi-aplikasi yang selama dua tahun terakhir tidak mendapatkan update dari si pengembang.

Dari kuartal pertama tahun hingga hingga kuartal kedua, jumlah aplikasi yang dibiarkan 'mati' di Google Play Store naik 16 persen dari 967.000 menjadi 1,1 juta aplikasi.

Sementara itu, jumlah aplikasi di App Store yang ditinggalkan menurun 29 persen dari kuartal pertama ke kuartal kedua, dari 724.000 menjadi 515.000 aplikasi.

Dari jumlah tersebut, 42 persen aplikasi yang ditinggalkan terdaftar di Tiongkok dan Rusia. Selain itu, 37 persen aplikasi untuk anak-anak mengalami nasib yang sama, jumlahnya 75.000 di App Store dan 81.000 di Play Store.

Dalam data, selama enam bulan, ada lebih banyak aplikasi yang ditinggalkan di Google Play Store ketimbang aplikasi yang mendapatkan update. 32 persen aplikasi dibiarkan mati di Google Play Store selama periode waktu tersebut, dibandingkan 30 persen yang mendapatkan pembaruan.

Manriknya, statistik menunjukkan bahwa 23 persen aplikasi yang ditinggalkan tidak memiliki kebijakan privasi. Dengan begitu, aplikasi yang ditinggalkan memiliki risiko tinggi untuk diretas.

Untuk itulah, Apple dan Google lebih memilih menghapus aplikasi tersebut dari etalase toko aplikasi masing-masing.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 3 halaman

Aplikasi Super Ditinggalkan

Jika ada aplikasi yang belum menerima update dalam dua tahun disebut sebagai "aplikasi yang ditinggalkan", bagaimana dengan aplikasi yang tidak mendapat update selama lebih dari lima tahun? Nah, aplikasi semacam itu dikenal sebagai "aplikasi yang super ditinggalkan" alias "super abandoned."

Saat ini, jumlah aplikasi yang super ditinggalkan ada 306.000 aplikasi. Angka ini meningkat baik di Google Play Store maupun di App Store. Aplikasi yang belum menerima update selama lebih dari tiga tahun di platform Android dan iOS berjumlah 840.000 aplikasi.

Di Google Play Store, aplikasi yang belum menerima update selama lebih dari dua tahun seharusnya disembunyikan dari jangkauan pengguna dan tidak boleh muncul di hasil pencarian di Play Store.

3 dari 3 halaman

Apple dan Google Hapus Aplikasi

Selama kuartal kedua, April-Juni 2022, Google dan Apple menghapus 592.000 aplikasi yang ditinggalkan. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat dari 220.000 aplikasi yang dihapus selama kuartal pertama tahun ini.

Perlu diingat, karena aplikasi-aplikasi yang ditinggalkan sudah banyak yang dihapus dari Google, bukan berarti aplikasi tersebut hilang dari smartphone pengguna. Jika ada aplikasi yang kurang mendapat dukungan dari pengembang, pastikan untuk menghapusnya dari perangkat.

Untuk mengecek apakah aplikasi ditinggalkan atau tidak, pengguna bisa pergi ke toko aplikasi yang sesuai (Google Play atau App Store) dan mencari daftar di setiap aplikasi yang telah kamu unduh. Jika tidak muncul, pengguna bisa menyimpulkan bahwa aplikasi yang dimaksud telah dihapus.

(Tin/Ysl)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.