Sukses

Tecno Pova 3 Rilis di Indonesia, Bawa Baterai 7000 mAh di Harga Rp 2 Jutaan

Liputan6.com, Jakarta - Tecno secara resmi merilis smartphone gaming terbaru mereka yaitu Tecno Pova 3 untuk para konsumennya di Indonesia pekan ini. Salah satu fitur unggulan yang ditawarkan perangkat ini adalah baterai 7000 mAh.

Meski mengusung embel-embel "gaming", di mana perangkat semacam ini biasanya berada di rentang harga yang tidak murah, Tecno mengungkapkan harga untuk smartphone teranyar mereka ini berada di kisaran Rp 2 jutaan.

Mengutip keterangan resminya, Rabu (22/6/2022), Tecno Pova 3 membawa chipset Mediatek Helio G88 dengan fabrikasi 12nm untuk mendukung pengalaman bermain game dan hemat daya.

Smartphone ini memiliki RAM 6GB yang dapat ditambah 5GB, serta memiliki teknologi Panther Engine 2.0 untuk meningkatkan performa saat bermain gim namun tetap hemat daya.

Agus Supangat, Head of Sales Tecno Mobile Indonesia, mengungkapkan, smartphone ini juga memiliki penyimpanan internal 128 GB dan layar 6,95 inci FHD+ dengan refresh rate 90Hz.

"Pova 3 juga dilengkapi dengan Speaker Ganda pada bagian bawah dan atas yang khusus dengan kualitas Stereo Audio DTS yang akan memberikan sensasi bermain game yang lebih menyenangkan," kata Agus.

Tecno menambahkan, Pova 3 tidak hanya nyaman untuk digunakan bermain gim, tetapi juga dapat mendukung produktivitas sehari-hari.

Ponsel ini juga memiliki reverse charging 10W yang memudahkan pengguna untuk membuat smartphone menjadi power bank, untuk mengisi daya perangkat elektronik lain di saat mendesak.

Untuk pengisian daya, baterai 7000mAh dari HP Tecno ini sudah mendapatkan dukungan 33W Flash Charge.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Harga Tecno Pova 3

Selain itu, Tecno Pova 3 LED Gaming Edition juga dihadirkan dengan tambahan aksen lampu LED pada bagian backcover, untuk menampilkan notifikasi saat bermain gim, mengisi daya, hingga panggilan telepon.

Di bagian kamera, Pova 3 mengusung kamera utama 50MP AI Triple Rear Camera with Quad Flash, serta kamera depan 8MP with Dual Flash. Ponsel dengan Android 12 ini juga sudah mendukung dua kartu Nano SIM dan 4G LTE.

Paul Pan, Country Manager Tecno Indonesia mengatakan, kebutuhan ponsel multifungsi dengan baterai yang tahan lama dan harga terjangkau, menjadi catatan khusus bagi mereka.

"Hal tersebut mendorong Transsion Holdings untuk meluncurkan seri Tecno Pova 3 dengan harapan seri terbaru Tecno yang dapat menjadi solusi terbaik dalam memfasilitasi kebutuhan anak muda saat ini," kata Paul.

Di Indonesia, Tecno Pova 3 dengan varian warna Tech Silver dan Eco Black dipasarkan dengan harga resmi Rp 2.599.000. Sementara untuk varian Electric Blue LED Gaming Edition, dijual dengan harga resmi Rp 2.699.000.

3 dari 4 halaman

IDC: Pasar Smartphone Indonesia Q1 2022 Turun 17,3 Persen

Pasar smartphone Indonesia pada tahun 2022 turun 17,3 persen secara tahunan (Year over Year, YoY) dan 13,1 persen secara kuartalan (Quarter over Quarter, QoQ).

Menurut Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker dari IDC, pengapalan smartphone Indonesia pada kuartal pertama 2022 (Q1 2022) mencapai 8,9 juta unit.

Daya beli konsumen yang lebih rendah karena kenaikan harga barang, seperti gas dan komoditas, dan pasokan entry-level smartphone yang lebih rendah di pasar, berkontribusi terhadap penurunan ini.

"Harga yang lebih tinggi diperkirakan akan menambah tekanan ekstra pada daya beli konsumen. Vendor mungkin tidak dapat menyerap kenaikan harga di atas level tertentu, sehingga mengakibatkan harga jual smartphone secara keseluruhan lebih tinggi," kata Vanessa Aurelia, Associate Market Analyst di IDC Indonesia.

 

4 dari 4 halaman

Normalisasi Permintaan

Terdapat pasokan ketat untuk smartphone di kisaran USD 200 dan harga yang lebih rendah karena keterbatasan pasokan chipset 4G kelas bawah. Ini menyebabkan penurunan 22 persen secara tahunan di segmen pasar tersebut.

Penurunan secara tahunan yang tinggi juga disebabkan oleh normalisasi permintaan setelah pendorong pertumbuhan yang disebabkan oleh pandemi mereda.

Oleh karena itu, IDC memperkirakan pengapalan smartphone pada Q2 2022 akan lebih rendah daripada pengapalan pada Q2 2021. Pengapalan smartphone diperkirakan akan tetap datar sepanjang tahun 2022, dibandingkan dengan pengapalan tahun 2021.

(Dio/Ysl)