Sukses

Menkominfo: IKN Nusantara Bakal Jadi Ibu Kota Cerdas dan Didukung 5G

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate memastikan Ibu Kota Negara (IKN) baru yaitu Nusantara, bakal menjadi "Ibu Kota Cerdas" atau Smart Capital City.

"Ibu Kota Cerdas itu kan harus didukung dengan infrastruktur TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) memadai dan baik," kata Menkominfo di Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Menurut Johnny, Kementeriannya akan memberikan dukungan dan bekerja bersama otoritas yang diberikan kewenangan untuk melakukan tata kelola pembangunan IKN baru.

"Untuk memberikan dukungan agar infrastruktur ICT (information and communications technology) itu memungkinkan Nusantara menjadi Ibu Kota Negara Cerdas," kata Menkominfo.

"Termasuk deployment dari infrastruktur ICT 5G," imbuhnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Dukungan Spektrum

Johnny mengatakan, untuk menjadi Ibu Kota Negara yang cerdas, infrastruktur TIK yang baik menjadi salah satu faktor penting yang dibutuhkan di wilayah tersebut.

"Di samping tentu kantor-kantor, jalan, jembatan, dan fasilitas city development, itu harus disiapkan dengan benar," kata Menkominfo.

Johnny mengatakan, Ibu Kota Cerdas adalah Ibu Kota yang d didukung infrastruktur telekomunikasi yang modern dan ketersediaan spektrum yang memadai, sehingga betul-betul bisa dijalankan.

"Kami tentu menyiapkan dukungan spektrum di semua band, di low band, coverage band, dan super high band untuk mendukung Nusantara sebagai Ibu Kota Negara Cerdas," kata Johnny.

3 dari 4 halaman

Smart dan Kompetitif

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan, IKN akan mencerminkan kota yang sehat, kota yang efisien, kota yang produktif, dan zero emission.

Dalam acara Pertemuan Presiden dengan Pemimpin Redaksi Media Nasional di Istana Negara, Rabu (19/1/2022), Jokowi menyebut IKN akan menjadi ibu kota baru yang smart dan kompetitif.

"Membangun budaya kerja, mindset baru berbasis inovasi dan teknologi," katanya.

Pembangunan Ibu Kota Negara hingga selesai menurutnya butuh waktu 15-20 tahun. Namun pada 2024 mendatang, diharapkan sudah bisa pindah Istana, serta 4 hingga 6 kementerian.

"Yang penting infrastruktur terlebih dahulu. Kita harapkan pembangunan di luar Istana itu dari investasi juga," kata Jokowi.

IKN yang memiliki luas 265 ribu hektare dibandingkan Jakarta yang hanya 56 ribu hektare, menurut Jokowi, bertujuan untuk pemerataan. Karena saat ini kegiatan ekonomi dan penduduk 58 persen terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Ditanya seperti apa nanti Jakarta setelah ada IKN? "Jakarta ya seperti New York, pusat bisnis, kalau IKN seperti Washington," katanya.

(Dio/Ysl)

4 dari 4 halaman

Infografis Ibu Kota Negara Baru Bernama Nusantara