Sukses

Samsung Akan Rilis Chipset Exynos 2200 Bersamaan dengan Galaxy S22

Liputan6.com, Jakarta - Samsung sebelumnya dikabarkan menunda peluncuran chipset flagship Exynos 2200-nya. Namun kini diungkap bahwa chipset ini akan dirilis bersamaan dengan Galaxy S22 series di Galaxy Unpacked pada Februari mendatang.

Informasi ini belum terkonfirmasi, namun Exynos 2200 sebelumnya digadang-gadang akan menjadi otak dari Galaxy S22 versi internasional.

"Kami berencana mengumumkan prosesor aplikasi terbaru bersamaan dengan peluncuran smartphone baru Samsung. Sejauh ini tidak ada masalah dengan produksi prosesor dan performanya," kata juru bicara Samsung, seperti dilaporkan oleh Business Korea.

Mengutip Digital Trends, Jumat (14/1/2022), Samsung seharusnya mengungkap chipset flagship terbarunya, Exynos 2200 awal minggu ini. Namun, acara perilisan tidak pernah ada dan pengumuman yang diunggah di akun Twitter Samsung Semiconductor (@SamsungDSGlobal) diam-diam dihapus.

Dengan acara peluncuran Exynos 2200 yang tidak dilaksanakan, desas-desus tentang penundaan kehadiran Exynos 2200 pun menyeruak di kalangan pemerhati teknologi. Ada juga yang beranggapan Samsung membatalkan perilisan chipset Exynos 2200.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Galaxy S22 Hanya Didukung Chipset Snapdragon

Tentunya kabar mengenai penundaan atau pembatalan ini cukup masuk akal mengingat masih terjadinya kelangkaan di industri semikonduktor global.

Bahkan, seiring dengan isu penundaan rilisnya Exynos 2200 ini, beberapa analis mengklaim, Galaxy S22 hanya akan dirilis dengan chipset Qualcomm di dalamnya, tanpa ada varian Exynos.

Ada juga informasi yang menyebut Samsung telah memutuskan untuk memisahkan Exynos 2200 dari paket Galaxy S22 dan mungkin memuatnya dalam smartphone lain. Itu artinya, ada kemungkinan Galaxy S22 hanya akan ditenagai dengan chipset Qualcomm Snapdragon 8 Gen 1 di semua pasar.

Sebagai informasi, Samsung biasanya merilis smartphone flaghship menggunakan dukungan dua chipset berbeda, yakni Qualcomm untuk pasar Amerika dan Exynos untuk negara-negara lainnya, termasuk Indonesia.

3 dari 4 halaman

Tentang Exynos

Harus diakui, memang tidak semua konsumen puas dengan Exynos. Apalagi tiap tahunnya ada saja pelanggan yang melaporkan kinerja perangkat yang memakai Exynos lebih lambat dan perangkat cenderung lebih panas.

Di sisi lain, prosesor Tensor Google yang dipakai di seri Pixel 6 --yang dibuat dengan bantuan Samsung-- sangat mirip dengan Exynos 2100. Analisis AnanTech mengungkap, chipset Tensor Google ini memiliki kelemahan yang sama dengan prosesor milik Samsung.

Terlepas dari itu, Exynos 2200 tampaknya sangat dinanti-nanti, terutama karena chipset ini kabarnya didukung GPU AMD yang menggunakan arsitektur RDNA2.

Terdapat peningkatan kekuatan grafis yang mendorong kinerja Exynos 2200 sekelas dengan prosesor Snapdragon Qualcomm yang didukung Adreno serta Apple Bionic seri A.

(Tin/Isk)

4 dari 4 halaman

Durasi penggunaan aplikasi smartphone di berbagai negara