Sukses

Activision Blizzard Bakal Rilis Lebih Banyak Game ke Platform Mobile

Liputan6.com, Jakarta - Activision Blizzard diketahui memiliki rencana untuk menghadirkan lebih banyak judul franchise game besutannya ke perangkat mobile. Hal ini diketahui dalam laporan keuangan terbaru perusahaan.

Mengutip informasi dari Game Spot, Minggu (8/5/2021), dalam laporan tersebut, perusahaan menyebut pasar mobile merupakan prioritas saat ini, sehingga perusahaan berencana banyak berinvestasi di platform tersebut dan merekrut banyak pengembang mobile.

Adapun tujuan dari strategi itu, menurut President dan COO Activision Blizzard, Daniel Alegre, adalah menghadirkan setiap franchise game utama perusahaan ke perangkat mobile.

Terlebih, Daniel mengatakan perangkat mobile akan berkembang pesat dalam lima tahun ke depan. Karenanya, Activision Blizzard merasa perlu terjun ke platform mobile dan menjadikannya hal penting dalam strategi perusahaan.

Di samping itu, dia mengatakan Activision Blizzard juga memiliki sejumlah franchise game yang menarik dan cocok untuk perangkat seluler. Kendati dia mengakui ada beberapa judul gim yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk perangkat mobile.

"Mungkin ada beberapa cara berbeda untuk menampilkan franchise kami di perangkat mobile," tuturnya. Keputusan untuk makin serius ke perangkat mobile juga dilakukan dengan mengakuisisi developer Candy Crush, King beberapa tahun lalu.

Sebagai informasi, Activision Blizzard memang diketahui berhasil meraup hasil positif di game mobile dengan kehadiran Call of Duty Mobile. Sejak pertama kali rilis di 2019, game ini sudah diunduh lebih dari 500 juta kali dan menghasilkan USD 1 miliar.

2 dari 3 halaman

Activision Konfirmasi Kehadiran Judul Baru Gim Call of Duty 2021

Di sisi lain, perusahaan induk gim Call of Duty, Activision telah mengonfirmasi akan meluncurkan gim barunya. Hal ini disampaikan melalui dalam panggilan investor mereka pada Kamis (4/2/2021) lalu.

Judul Call of Duty 2021 juga akan berjalan paralel dengan kesuksesan Call of Duty: Warzone, mirip dengan Call of Duty: Black Ops Cold War.

Presiden Activision, Rob Kostich, menyebut Warzone akan menjadi pusat masa depan franchise Call of Duty dan akan melanjutkan integrasinya di seluruh seri lainnya, seperti dikutip dari CharlieIntel, Minggu (7/2/2021).

Activision biasanya mengungkapkan judul Call of Duty baru sekitar bulan Mei dengan peluncuran gim pada Oktober atau November.

Namun, perusahaan belum mengetahui tim pengembangan mana yang mengerjakan gim Call of Duty 2021.

3 dari 3 halaman

Pengalaman Tiga Pengembang Gim

Sejak 2014, Call of Duty berada dalam tiga siklus pengembangan dengan Sledgehammer Games, Treyarch, dan Infinity Ward berputar dalam siklus pengembangan.

Siklus pengembangan terputus pada tahun 2020 ketika Treyarch melangkah dalam siklus dua tahun untuk merilis Call of Duty: Black Ops Cold War dengan Raven Software.

Studio tersebut telah absen dari sorotan sejak 2017, ketika mereka merilis Call of Duty: WWII. Setelah itu, Sledgehammer Games mengalami tahun yang penuh gejolak di 2018 dengan kepergian kepala studio dan banyak karyawan yang mengikuti.

Studio tersebut telah dibangun kembali dengan lebih dari 150 pengembang baru pada 2020 saja.

Seperti diketahui, 2020 adalah tahun pemecahan rekor untuk franchise Call of Duty dengan lebih dari 250 juta pemain memainkan Call of Duty di berbagai platform.

Sekarang ini, seri gim CoD memiliki lebih dari 100 juta pemain aktif bulanan dibandingkan dengan 48 juta pemain bulanan pada tahun 2018.

(Dam/Ysl)