Sukses

Sempat Pajang Harga Rp 0, Layanan Tokopedia Kini Kembali Normal

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah pengguna sempat melaporkan ada hal janggal terjadi di aplikasi Tokopedia, pada Sabtu (17/4/2021). Mereka menemukan produk yang dipajang di platform tersebut dihargai RP 0.

Pengguna yang mengetahui hal ini pun sempat me-mention akun @TokopediaCare. Mengenai hal ini, Tokopedia mengatakan hal itu terjadi di sebagian pengguna karena adanya pengembangan sistem.

Kendati demikian, menurut External Communications Senior Lead, Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya, kendala ini sudah diselesaikan.

"Pagi dini hari ini, sebagian pengguna Tokopedia mengalami gangguan berupa tampilan stok produk kosong dengan harga Rp.0 di sebagian toko di Tokopedia, disebabkan adanya pengembangan sistem. Saat ini, kendala ini sudah terselesaikan," tuturnya saat dihubungi Tekno Liputan6.com, Sabtu (17/4/2021).

Kendati demikian, kendala sebenarnya tidak dialami seluruh pengguna Tokopedia. Beberapa cuitan pengguna yang melaporkan kendala ini pun sempat kami himpun, berikut ini beberapa di antaranya.

"@TokopediaCare halo kenapa semua toko saya lihat di app harusnya nol ya? Seolah2 tidak ada stock semua," kicau seorang pengguna.

"@TokopediaCare selamat pagi, saya menemukan bug pada aplikasi tokopedia saat melihat barang yang hendak dibeli seluruhnya Rp 0, apakah bisa dibantu?," lapor pengguna lainnya.

2 dari 3 halaman

Tokopedia Masuk Daftar Perusahaan Teknologi dengan Pertumbuhan Tercepat di Asia Pasifik

Di samping masalah tersebut, Tokopedia berhasil membawa Indonesia masuk dalam daftar Deloitte Technology Fast 500 Asia Pacific 2020 atau peringkat perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Pasifik untuk pertama kalinya.

Adapun Tokopedia berhasil menduduki peringkat 94 dari 500 perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Pasifik.

Tokopedia juga menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar untuk tahun ini. Sebagai informasi, peringkat ini didasarkan pada persentase pertumbuhan pendapatan selama tiga tahun.

Sementara Tokopedia sendiri berhasil tumbuh 608 persen selama periode tersebut. Secara keseluruhan, perusahaan yang masuk dalam daftar ini memiliki tingkat pertumbuhan rata-rata 551 persen.

Menurut COO Tokopedia, Melissa Siska Juminto, pertumbuhan pendapatan perusahaan mencapai 608 persen selama tiga tahun terakhir tidak lepas dari implementasi tiga DNA perusahaan, yakni focus on consumer, growth mindset, dan make it happen & make it better.

"Merupakan suatu kehormatan untuk masuk sebagai perusahaan teknologi Indonesia pertama di Deloitte Technology Fast 500 Asia Pasifik 2020," tuturnya dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (18/4/2021).

3 dari 3 halaman

Rencana Tokopedia Selanjutnya

Lebih lanjut Melissa menuturkan ke depannya Tokopedia akan terus menjadi perusahaan teknologi yang memungkinkan masyarakat Indonesia memulai dan menemukan apa pun. Hal itu sejalan dengan misi perusahaan untuk mengakselerasi pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia.

Tokopedia baru-baru ini juga melaporkan pertumbuhan jumlah penjual di platformnya dari 7,2 juta sebelum pandemi di Januari 2020 menjadi lebih dari 20 juta penjual saat ini. Pengguna aktif bulanan juga bertumbuh dari 90 juta sebelum pandemi menjadi lebih dari 100 juta saat ini.

(Dam/Isk)