Sukses

Grab Tegaskan Siap Bantu Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 yang Merata

Liputan6.com, Jakarta - Grab kembali menegaskan komitmennya mendukung pemerintah Indonesia dalam upaya melakukan vaksinasi Covid-19 di Tanah Air. Pernyataan ini menyusul dimulainya pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia dengan Presiden Joko Widodo sebagai orang pertama yang disuntik.

Menurut President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, vaksin merupakan langkah penting bagi pemulihan ekonomi Indonesia. Namun dengan kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan, pemberian vaksin yang merata dan mencakup semuanya bukan hal mudah, sehingga Grab menyatakan siap membantu.

"Kami telah melakukan kerja sama erat dengan pemerintah Indonesia dalam berbagai aspek sejak awal penyebaran virus dan berharap dapat turut berperan membantu pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi seluruh masyarakat Indonesia secara aman dan terlindungi, dengan memanfaatkan teknologi maupun jangkauan platform kami yang luas," tuturnya dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (14/1/2021).

Lebih lanjut Ridzki menuturkan Grab dapat mendukung upaya pemerintah dalam vaksinasi Covid-19 dalam beberapa aspek. Salah satunya adalah menjangkau populai segmen masyarakat dengan interaksi sosial tinggi dan rentan, baik dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi.

Selain itu, Grab juga menawarkan kerja sama dengan pemerintah memanfaatkan platformnya sebagai saluran komunikasi untuk membagikan konten edukasi pada jutaan pengguna. Mulai dari memerangi informasi salah soal Covid-19 hingga mengedukasi pentingnya vaksinasi.

Grab juga telah menawarkan layanan konsultasi kesehatan dalam aplikasi lewat tenaga medis dari Good Doctor untuk menjawab pertanyaan seputar vaksin Covid-19.

Tidak hanya itu, Ridzki juga menegaskan Grab siap berkolaborasi dengan pemerintah lewat berbagai pendekatan untuk mempercepat distribusi vaksin ke seluruh wilayah Indonesia.

2 dari 3 halaman

Mempertimbangkan Mitra Grab untuk Menerima Akses Awal Vaksin

Di samping itu, Ridzki juga meminta dengan hormat kepada pemerintah mempertimbangkan mitranya agar dapat menerima akses awal vaksin Covid-19. Hal ini dilakukan agar para mitra Grab dapat terus menjalankan kontribusinya dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan harian serta memulihkan perekonomian Indonesia.

Ridzki mengatakan hal itu tidak lepas dari upaya para mitra pengemudi, mitra merchant Grab, serta agen GrabKios yang terus melayani masyarakat agar tetap memiliki akses untuk memenuhi kebutuhan harian selama pandemi Covid-19, mulai dari transportasi hingga makanan dan layanan pengiriman kebutuhan sehari-hari.

"Grab percaya bahwa mereka harus diprioritaskan karena layanan penting yang mereka sediakan dan peran krusial yang akan mereka jalankan selama pandemi. Kami berkomitmen untuk terus melayani serta mendukung Indonesia di masa yang penuh tantangan ini," tutur Ridzki menutup pernyataannya.

3 dari 3 halaman

Persiapan Vaksinasi Covid-19, Menkominfo Pastikan Keamanan Data Pribadi Masyarakat

Sebelumnya, Menkominfo Johnny G Plate bersama dengan Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan PT Telkom melakukan uji coba Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19.

Dengan Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19 ini, Kemkominfo dan kementerian serta lembaga terkait akan mengintegrasikan aplikasi-aplikasi yang selama ini digunakan terkait Covid-19 dan database kesehatan lainnya.

Menkominfo Johnny G Plate pun menyebut, proses integrasi data akan dijamin keamanannya dengan mekanisme verifikasi dan keamanan data pribadi.

"Sistem Informasi ini dibuat karena pemerintah percaya bahwa keamanan data dan efektivitas vaksinasi perlu didukung oleh sistem manajemen vaksinasi yang aman dan komprehensif, serta prosedur yang efisien," kata Johnny, saat meninjau Uji Coba Satu Data Vaksinasi di Puskesmas Jurangmangu, Kecamatan Pondok Arena, Tangerang Selatan, Selasa (12/1/2021).

Mengenai kesiapan sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19, Johnny mengatakan, sistem ini mengintegrasikan data lintas kementerian dan lembaga guna menghasilkan data yang komprehensif.

Baik untuk pendaftaran, distribusi, pelaksanaan, hingga monitoring pelaksanaan vaksinasi pertama dan kedua.

(Dam/Isk)