Sukses

Snapdragon 480 Meluncur, Chipset 5G dari Qualcomm untuk Smartphone Murah

Liputan6.com, Jakarta - Qualcomm baru saja memperkenalkan chipset terbaru besutannya yang diberi nama Snapdragon 480. Chipset ini menjadi model pertama dari seri 4 Qualcomm yang mendukung 5G.

Dikutip dari GSM Arena, Selasa (5/1/2021), chipset ini memiliki arsitektur 8nm dan didukung modem Snapdragon X51 yang sudah terintegrasi. Modem ini sudah mendukung mmWave dan jaringan Sub-6 GHz.

Qualcom mengatakan chipset ini menawarkan performa CPU dan GPU yang lebih baik ketimbang Snapdragon 460. Kemampuan kecerdasan buatannya juga lebih cepat 70 persen.

Chipset ini disebut dapat mendukung layar beresolusi FHD Plus dengan refresh rate 120Hz. Sementara untuk fotografi, Snapdragon 480 mampu mendukung sensor kamera 64MP dan perekaman video 1080p dengan 60fps.

Rencanany, Snapdragon 480 akan mulai digunakan sejumlah vendor untuk smartphone yang rilis di kuartal pertama 2021. Beberapa vendor yang disebut akan memakainya adalah Vivo, Xiaomi, Motorola, Oppo, dan Nokia.

Kehadiran chipset ini diprediksi bisa mendorong kehadiran smartphone 5G dengan harga terjangkau. Sebab, chipset Snapdragon Seri 4 memang kerap digunakan untuk perangkat kelas entry-level atau mid-end.

Sebagai gambaran, President Qualcomm Cristiano Amon sempat memperkirakan chipset seri 4 terbaru akan hadir untuk perangkat dengan rentang harga mulai USD 125-250 atau sekitar Rp 1,7 juta hingga 3,4 juta. 

2 dari 3 halaman

Windows on Snapdragon, Solusi Qualcomm untuk Laptop yang Selalu Terhubung

Di sisi lain, Qualcomm tidak hanya mengembangkan dan memproduksi chipset untuk smartphone, tetapi jugachipset laptop yang selalu terhubung.

Menggunakan solusi Windows on Snapdragon (WoS) yang sebelumnya disebut Always Connected PC, Qualcomm mempertegas posisinya yang ingin memberikan pengalaman mobile seperti penggunaan smartphone, tetapi di laptop.

Hal ini tidak terlepas dari kebiasaan konsumen profesional yang kini bekerja tidak hanya di kantor tetapi di mana saja, termasuk di rumah.

Qualcomm menilai, konsumen membutuhkan perangkat laptop yang ringan dan tipis, berkinerja ngebut, punya kamera bagus layaknya smartphone, audio yang bagus, baterai yang kuat, sinyal kencang mendukung 5G, sampai ke kualitas layar 4K.

Chipset untuk laptop dari Qualcomm juga bukan hanya untuk produk premium tetapi juga untuk laptop mainstream dan entry level, seperti Chromebook untuk kebutuhan edukasi.

Diungkapkan oleh Senior Director Product Management Snapdragon Compute Platform, Miguel Nunes, Qualcomm sangat berbangga diri dengan capaian perusahaan mempelopori terbentuknya ekosistem laptop yang selalu terhubung. Salah satunya adalah Apple yang merilis chipset M1 untuk produk MacBook-nya.

"Apa yang dilakukan Qualcomm jadi keputusan yang tepat karena ekosistemnya berkembang," kata Miguel, dalam sesi Windows on Snapdragon dengan media, Kamis (17/12/2020).

3 dari 3 halaman

Chipset untuk Laptop dari Premium hingga Entry Level

Lebih lanjut, Miguel mengatakan, September lalu, Qualcomm merilis chipset untuk laptop yang selalu terhubung, antara lain ada produk Snapdragon 8cx generasi 2 yang dihadirkan untuk laptop premium.

Lalu ada juga chipset Snapdragon 8c untuk laptop-laptop mainstream, hingga Snapdragon 7c yang hadir untuk laptop entry level, dalam hal ini contohnya adalah ChromeBook yang dirilis Acer untuk mendukung edukasi.

"Kami menghadirkan chipset yang memenuhi berbagai segmen, termasuk untuk produk yang lebih terjangkau melalui Snapdragon 7c. Ke depannya akan ada lebih banyak laptop dengan harga lebih terjangkau tetapi mengusung kemampuan dan keandalan layaknya pada smartphone," kata Miguel.

Dengan kehadirkan chipset 8c dan 7c untuk produk mainstream dan entry level, Qualcomm, memboyong kemampuan yang mulanya hanya ada di produk premium untuk hadir juga di produk entry level sekalipun.

Miguel lebih lanjut mengatakan, ada banyak merek yang berkomitmen menggunakan chipset dari Snapdragon untuk produk laptop Windows-nya. Mulai dari HP, Lenovo, Samsung, Acer, dan lain-lain.

"Kami bekerja sama dengan banyak partner. Kami terus menghadirkan perangkat yang premium, mainstream, hingga produk untuk mendukung edukasi dari berbagai merek. Intinya konektivitas dan fitur-fitur lainnya dihadirkan di perangkat yang murah, dalam hal ini untuk segmen edukasi," kata Miguel.

(Dam/Isk)

BERANI BERUBAH: Rezekiku dari Manisnya Boba