Sukses

Informasi yang Harus Diperhatikan Sebelum Berinvestasi Aset Kripto

Liputan6.com, Jakarta - Aset kripto di Indonesia dilaporkan masih mencatat penguatan secara signifikan dengan harga Bitcoin yang terus meroket jelang tutup tahun 2020.

Menurut catatan 27 Desember 2020, Bitcoin mencapai harga tertingggi baru di posisi USD 28.422 atau sekitar Rp 403,7 juta.

Tren positif kenaikan ini disebut menjadi bukti peningkatan kepercayaan publik terhadap aset kripto sebagai salah satu pilihan investasi menjanjikan, terutama di masa pandemi seperti sekarang. Karena itu, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk masyarakat mulai berinvetasi pada aset kripto.

Terlebih, Indonesia telah mengatur regulasi jual beli aset kripto melalui kebijakan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Hal ini membuat aset kripto telah diakui secara legal dan dapat diperjualbelikan.

Kendati demikian, mengingat aset kripto tergolong instrumen investasi baru, wajar apabila ada kekhawatiran. Untuk itu, edukasi masih perlu dilakukan agar pasar Indonesia mengenai trading aset kripto yang aman dan terpercaya.

Lantas, apa saja hal yang perlu dipahami para calon trader mengenai aset kripto di Indonesia? Berikut ini ada beberapa informasi yang dikutip dari Tokocrypto, Selasa (29/12/2020) untuk mengetahui investasi aset kripto dapat membawa untung dan bukannya buntung.

1. Memastikan Legalitas Exchange

Saat menentukan terjun di investasi aset kripto, pemilihan media exchange dalam melakukan transaksi menjadi penting demi memastikan keamanan investasi aset. Karena itu, pastikan exchange yang dipilih legal dan terdaftar resmi di Bappeti.

Di Indonesia, ada 13 exchange yang terdaftar resmi seperti Tokocrypto, Indodax, Pintu, Luno, Rekeningku dan lainnya.

2 dari 3 halaman

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Investasi Aset Kripto

2. Mempelajari Jenis Aset Kripto yang Diminati

Sebelum mulai berinvestasi, trader perlu memahami jenis mata uang kripto yang beredar di pasaran. Bitcoin memang masih menjadi favorit, tapi ada jenis lain yang juga tersedia, seperti Ethereum, Ripple, hingga Tether.

Dengan memahami jenis aset tersebut, calon trader bisa mengecek ketersediaannya di exchange yang diminati. Sebagai contoh, Tokocrypto menyediakan 34 jenis koin dan Indodax memiliki 110 jenis koin.

3. Besaran Biaya Layanan

Saat melakukan transaksi perdagangan aset kripto, ada skema biaya layanan yang dibebankan para trader, yakni biaya pembelian dan penarikan. Tiap exchange di Indonesia memiliki skema yang berbeda, sehingga trader harus mengetahuinya lebih dulu.

4. Perhatikan Spread Harga

Sama seperti membeli emas, ada spread harga atau selisih harga jual/beli yang harus diperhatikan trader. Selisih harga beli dan jual yang tidak terlalu besar akan memperluas ruang gerak trader dalam membuat keputusan atas kepemilikan aset kripto.

3 dari 3 halaman

Faktor Lain yang Perlu Diketahui Saat Investasi Aset Kripto

5. Kelengkapan Fitur Trading yang Dimiliki

Setiap exchange memiliki fitur trading unggulan yang ditawarkan pada trader. Namun ada beberapa fitur penting dan bermanfaat bagi trader, seperti fitur chart harga untuk melakukan analisis hingga fitur cut loss yang bisa membantu trader membatasi kerugian harga tertentu.

Oleh sebab itu, pilih exchange yang memang menyediakan beragam fitur untuk memenuhi kebutuhan trader, seperti yang ditawarkan Tokocrypto.

6. Teknologi Keamanan yang Diterapkan

Hal terakhir yang penting diperhatikan trader adalah penggunaan teknologi untuk menjamin keamanan transaksi. Mayoritas exchange di Indonesia sendiri telah menggunakan standar keamanan seperti Two Factor Authenticator dan konfirmasi melalui email maupun SMS.

Salah satunya diterapkan oleh Tokocrypto yang mendapatkan dukungan teknologi Binance Cloud sebagai salah satu exchange dengan rating keamanan 9,35. Selain itu, platform ini juga telah memiliki sertifikasi ISO 27001.

(Dam/Why)

BERANI BERUBAH: Sayur Online Rezeki Puasa