Sukses

Fashion Muslim Jadi Salah Satu Kategori Terfavorit di e-Commerce

Liputan6.com, Jakarta - Menurut data dari Bank Indonesia, Indonesia masuk dalam 10 besar negara yang memiliki pasar fashion muslim terbesar di dunia. Indonesia sendiri berada di posisi ketiga, di bawah Turki dan Uni Emirat Arab.

Sementara menurut Badan Pusat Statistik dan The State of Global Islamic Economic Report, konsumsi produk fashion muslim domestik per September 2019 menyentuh nilai US$ 9,2 miliar atau sekira Rp 126 triliun.

Shopee sebagai salah satu eCommerce terbesar di Tanah Air pun mengakui kalau fashion muslim menjadi salah satu kategori terfavorit.

"Fashion muslim sendiri merupakan salah satu kategori terfavorit di Shopee," kata Daniel Minardi, Head of Brands Management Shopee melalui keterangannya, Rabu (19/2/2020).

Melihat antusiasme tersebut, Shopee bersama Zoya menghadirkan Super Brand Day pada 25-27 Februari 2020.

Program ini diklaim akan memberikan pengguna akses langsung terhadap pilihan produk dan rangkaian penawaran menarik dalam Zoya Official di Shopee. Melalui Zoya Super Brand Day.

"Kami berharap Shopee dapat membantu mendorong potensi bisnis secara efektif bagi mitra dan bersama dapat memberikan pengalaman belanja online secara eksklusif bagi pengguna," ucap Daniel memungkaskan.

Melalui program ini Zoya meluncurkan koleksi terbaru "Fearless Selection" dengan mengangkat kampanye empowering women. Menurut Deny Setiawan selaku CEO Zoya, percaya diri itu tak perlu mahal.

"Melalui Fearless Selection ini Zoya mendesain koleksi dengan material berkualitas, namun tetap terjangkau bagi semua kalangan, serta model yang kekinian," kata Deny.

 

2 dari 3 halaman

Strategi Shopee Perkuat Posisi di Pasar Muslim

Sebelumnya, perwakilan e-commerce Shopee menjabarkan beberapa inovasi yang akan jadi fokus pengembangan tahun 2020 yang sejalan dengan potensi pasar syariah.

Di hadapan Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'aruf Amin, Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja menjelaskan pengembangan fitur Shopee Barokah untuk menjadi one stop muslim lifestyle destination.

"Dengan menghadirkan fitur khusus yang mencakup berbagai produk dan layanan syariah, kami berharap ini dapat menjadi salah satu bentuk pemanfaatan kanal e-commerce untuk mendukung pertumbuhan ekonomi syariah sesuai dengan agenda pemerintah," ujar Handhika di Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Upaya ini juga merupakan bagian dari implementasi Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

Ma’ruf Amin menyambut baik hal ini dan berharap inovasi ini dapat berkelanjutan serta terus membantu UMKM lebih cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan masuk ke ranah online.

“Kami berharap ke depannya upaya ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan. Melalui pertemuan hari ini, pemerintah akan selalu mendukung para pihak yang mengedepankan kemajuan pelaku UMKM di dalam negeri, terutama untuk mendorong kegiatan ekonomi dan pembangunan," pungkas Ma'aruf. 

3 dari 3 halaman

Tokopedia Kenalkan Ekonomi Syariah Digital

Di sisi lain, Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga sempat bertemu dengan Komisaris Utama Tokopedia, Agus Martowardojo, bersama jajarannya di Kantor Wapres, Jalan Merdeka Utara, Rabu (30/10/2019). Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas beberapa hal terkait perkembangan perekonomian syariah.

"Kami juga melaporkan kepada Bapak Wapres, kami baru meluncurkan tokopedia salam, satu inisiatif, satu insiatif pemerataan ekonomi syariah secara digital," kata Agus usai bertemu Ma'ruf, Rabu (30/10/2019).

VP Public Policy and Government Relations Tokopedia Astri Wahyuni menjelaskan, ekonomi syariah mulai berkembang. Sebab itu, Tokopedia akan berkontribusi kepada ekonomi nasional dengan cara membangun ekonomi syariah.

"Jadi, akan banyak ke depannya mendukung soal perekonomian syariah," kata Astri.

Nantinya perusahaan e-commerce tersebut akan meluncurkan layanan, seperti produk halal, muslim friendly, zakat, pelayanan keuangan syariah, hingga pelayanan paket umrah.

"Senin kita baru meluncurkan layanan paket umrah Tokopedia. Jadi, mungkin akan banyak ke depannya inovasi-inovasi yang mendukung perekonomian syariah," kata Astri.

Sementara menurut co-founder Tokopedia Leontinus Alpha Edison, perusahaan siap untuk membantu pemerintah.

Sementara Ma'ruf pun berharap para e-commerce bisa membantu perekonomian, khususnya ekonomi syariah.

"Bapak Wapres menitipkan bahwa jangan lupa tokopedia bisa berkontribusi membantu pemerintah dan daerah," kata Leo.

"Kami siap berkontribusi lebih baik, tentu saja bukan hanya untuk Tokopedia, tapi juga untuk negara dan masyarakat Indonesia," ungkap Leo.

(Isk/Why)