Sukses

Prediksi 5G pada 2020: Ancaman Siber Kian Terbuka Lebar, tapi...

Liputan6.com, Jakarta - Seiring inovasi 5G yang menyebar luas, akan ada beberapa kekurangan dan ketidaksempurnaan yang muncul pada peralatan 5G, kerangka kerja pelanggan, dan administrasi para pihak berwenang.

Kekurangan semacam itu dapat memungkinkan para pelaku kejahatan siber atau hacker jahat merusak infrastruktur telko, melumpuhkan, memata-matai, atau mengalihkan lalu lintasnya.

Sejumlah negara diimbau untuk mengatur kemampuan nasional dalam penanganan teknik konfirmasi objektif yang khusus mengevaluasi pengadopsi dan pemasok 5G, untuk mengevaluasi kekurangan yang perlu diperbaiki.

Bicara soal privasi, persoalan akan menjadi lebih kompleks. Munculnya 5G dengan jarak pendek berarti lebih banyak menara komunikasi sel yang digunakan untuk pusat-pusat dan bangunan komersial.

Dengan perangkat yang tepat, seseorang mungkin dapat mengumpulkan dan melacak lokasi pengguna secara akurat.

Masalah lainnya adalah para penyedia layanan 5G akan memiliki akses luas ke sejumlah besar data yang dikirim oleh perangkat pengguna, sehingga dapat menunjukkan apa yang benar-benar terjadi di dalam lokasi rumah atau setidaknya menggambarkannya melalui metadata di lingkungan sekitar pengguna, sensor in-house, dan parameter internal.

Data tersebut dapat mengekspos privasi, memanipulasi, dan penyalahgunaan data pengguna. Penyedia layanan juga bisa saja mempertimbangkan menjual data tersebut ke perusahaan layanan lain, seperti pengiklan dalam upaya untuk membuka aliran pendapatan baru.

Bahkan dalam kasus berbeda, kerentanan dapat menyebabkan cedera. Contohnya pada alat terapi, yang bisa diputus sambungannya sehingga tidak lagi beroperasi, menjadikannya sebagai penyebab sejumlah besar risiko dan dapat membahayakan.

Ancaman lebih besar juga akan terjadi ketika komponen infrastruktur penting, seperti air dan peralatan energi memiliki potensi risiko.

 

2 dari 3 halaman

Menyebarluaskan Komunikasi

Pun demikian, 5G akan membantu dalam menyebarkan komunikasi ke sejumlah besar wilayah geografis dibandingkan situasi saat ini dan juga mendukung perangkat yang tidak dapat terhubung jaringan dengan pemantauan dan kontrol jarak jauh.

Dengan banyaknya sistem terkait dan terhubung sangat membantu konektivitas, tetapi juga dapat mengubah infrastruktur nonkritis menjadi kritis dan karenanya memperluas sejumlah risiko.

Masyarakat pada umumnya tertarik untuk mengadopsi kemudahan dan komunikasi tanpa henti. Namun dalam kasus ancaman nyata, ketertiban umum kerap berada dalam risiko.

 

3 dari 3 halaman

Dampak Revolusioner

5G akan memiliki dampak revolusioner pada telekomunikasi karena di samping teknologi itu sendiri, 5G akan menjadi dasar untuk teknologi dan penemuan lainnya.

5G memberikan dorongan bagi jalannya pengembangan teknologi, khususnya di bidang kota-kota pintar, jaringan listrik cerdas dan fasilitas pertahanan.

Ini adalah generasi berikutnya dari jaringan seluler saat ini yang menggunakan 4G LTE sekaligus membuka pita gelombang millimeter.

5G akan dapat menyambut lebih banyak perangkat yang terhubung jaringan dan memberikan kecepatan luar biasa bagi seluruh pengguna. Namun, seperti setiap teknologi yang signifikan, terutama ketika sedang berkembang, 5G kemungkinan akan menarik perhatian para pelaku kejahatan yang akan mencari peluang untuk menyerangnya.

Contohnya kita melihat serangan DDoS skala besar, atau tantangan dalam melindungi jaringan canggih dari perangkat yang terhubung. Jika kualitas perlindungan 5G umpamanya dipertimbangkan, maka apabila terjadi satu kesalahan kecil dapat menyebabkan kelumpuhan seluruh jaringan.

Selain itu, 5G mengembangkan teknologi di atas infrastruktur sebelumnya, yang berarti akan mewarisi kerentanan dan kesalahan konfigurasi jaringan pendahulunya.

(Isk/Ysl)

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Xiaomi Mi 10 Bakal Diperkuat Snapdragon 865 5G?
Artikel Selanjutnya
Inggris Pakai Teknologi 5G Huawei, AS: Itu Kegilaan