Sukses

Hore, Google Punya Fitur untuk Cek Keamanan Password

Liputan6.com, Jakarta - Baru-baru ini Google mengumumkan kehadiran sebuah fitur baru terkait dengan keamanan password pengguna.

Fitur bernama Password Checkup ini bisa mengingatkan apakah password kamu berisiko diretas, dikompromikan, atau malah dipakai berulang kali pada sejumlah situs dan layanan yang berbeda.

Google juga memberikan berbagai saran untuk pengguna, jika password dianggap tidak aman.

Fitur Password Checkup ini tidak sepenuhnya baru sebab sudah ada aplikasi lain yang menawarkan hal serupa. Namun, fitur ini tertanam langsung di akun Google milik pengguna.

Tidak hanya menginformasikan ke pengguna soal peretasan, fitur ini juga bisa mencegah pengguna memakai password yang tidak aman. Misalnya kata "password" atau bahkan "123456" sebagai kombinasi password.

"Kami merilis Password Checkup, sebuah fitur baru yang menjadi password manager. Tujuannya untuk mengecek kekuatan dan keamanan seluruh password yang pernah dipakai," kata Google, sebagaimana dikutip dari BGR, Jumat (4/10/2019).

Google juga mengatakan, "Password Checkup akan memberi informasi ketika password telah diretas, dan alat ini akan memberikan rekomendasi yang dibutuhkan."

2 dari 3 halaman

Ketahui Password Dipakai Berulang

Selain menginformasikan apakah password tidak aman atau telah diretas, Password Checkup juga memberi tahu pengguna saat sebuah password dipakai secara berulang di berbagai situs.

Penggunaan ulang sebuah password pada berbagai laman memang tidak aman. Pasalnya, ketika salah satu akun diretas, peretas bisa mengambil alih akun lainnya.

Untuk itu, pengguna direkomendasikan untuk membuat password yang kuat dan unik untuk tiap akun yang mereka miliki.

3 dari 3 halaman

Bagaimana Cara Temukan Password Checkup?

Untuk menemukan fitur Password Checkup, pengguna bisa membuka laman passwords.google.com. Kemudian, pengguna akan diminta untuk memasukkan akun Gmail mereka untuk pengecekan. 

Setelah memasukkan alamat email dan password, akan terlihat berbagai diagnosis password, entah itu yang sudah dibobol, yang telah digunakan berulang kali, serta password yang tergolong lemah.

Pengguna juga akan diberikan rekomendasi untuk memperbaiki tingkat keamanan password miliknya. 

(Tin/Why)

Loading
Artikel Selanjutnya
Sundar Pichai Jadi CEO Perusahaan Induk Google
Artikel Selanjutnya
Google Doodle Rayakan Taman Nasional Lorentz di Papua