Sukses

Baru Rilis 24 Jam, Mario Kart Tour Diunduh 20 Juta Kali

Liputan6.com, Jakarta - Sesuai janji Nintendo, gim Mario Kart Tour akhirnya secara resmi meluncur di perangkat Android dan iOS.

Gamer di berbagai negara di dunia pun menyambut gim Mario Kart Tour ini dengan penuh antusias.

Terbukti, hanya dalam kurun waktu 24 jam saja gim besutan Nintendo tersebut sudah diunduh 20 juta kali ke perangkat iOS dan Android.

Berdasarkan laporan dari Sensor Tower, Senin (30/9/2019), gim Mario Kart Tour ini meraup untung sebanyak Rp 14 miliar, sehari setelah diluncurkan.

Mario Kart Tour adalah gim mobile besutan Nintendo dengan jumlah unduhan terbanyak, dengan jumlah gamer terdaftar tiga kali lipat lebih banyak ketimbang Super Mario Run dirilis.

 

2 dari 3 halaman

Masih Kalah dengan Fire Emblem Heroes

Game racing Mario Kart akan hadir di smartphone? Bagaimana ya tampilan gameplay-nya?

Sementara itu, Mario Kart Tour harus puas di posisi ketiga dalam hal kategori pendapatan dari gim-gim Nintendo lainnya.

Saat ini, gim buatan Nintendo yang masih meraup untung besar masih dipegang oleh Fire Emblem Heroes diikuti Super Mario Run.

Mungkin, "mesin uang" di Mario Kart Tour bergerak sedikit lambat di awal peluncurannya dibandingkan judul gim Nintendo lainnya.

Sebagai penerbit dan co-developer gim Mario Kart Tour, DeNA bereksperimen dengan monetisasi Season Pass.

Gamer bisa mencoba lebih dahulu main gim ini secara gratis selama dua minggu, sebelum akhirnya benar-benar harus membayar.

 

3 dari 3 halaman

Fitur Gold Pass

Mario Kart Tour. Kredit: Nintendo

Mario Kart Tour menyajikan fitur berlangganan--opsional--bernama Gold Pass. Adapun dengan Gold Pass, gamer bakal mendapatkan in-game item dan badges (emblem) saat bermain. Sayang, belum diketahui dengan jelas apa fungsi items tersebut.

Dengan fitur berlangganan ini, gamer juga dapat langsung membuka modus 200cc.

Nintendo saat ini memberikan kesempatan kepada gamer untuk mencoba gim ini secara gratis selama dua pekan. Setelahnya gamer harus membayar seharga Rp 70 ribu per bulan.

(Ysl/Why)

Loading
Artikel Selanjutnya
Huawei Bakal Rilis Serangkaian Perangkat HarmonyOS Tahun Depan
Artikel Selanjutnya
Google Konfirmasi Celah Keamanan Sumber Serangan DDoS di Android