Sukses

Main Smartphone Saat Belanja Bikin Tambah Boros, Mengapa?

Liputan6.com, Jakarta - Idealnya, kita harus 'disiplin' saat pergi belanja untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Sebelum berbelanja, hendaknya kita menyiapkan daftar barang spesifik yang akan dibeli saat sudah sampai di supermarket.

Namun tanpa disadari, kamu bisa saja membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan kalau sedang berbelanja sambil main smartphone?

Studi terbaru yang dipublikasikan di Journal of the Academy of Marketing Science menemukan fakta, memainkan smartphone saat belanja membuat orang menjadi boros dan cenderung membeli barang yang tidak dibutuhkan, dilansir dari Ubergizmo, Senin (13/5/2019).

Studi ini melibatkan 2.520 orang yang sering berbelanja di ritel modern seperti Walmart, yang menjual banyak jenis barang di satu tempat. Hasilnya, ketika mereka menggunakan smartphone saat belanja, mereka membeli 9 persen barang 'tambahan' yang tidak dibutuhkan.

Menurut salah satu peneliti, Michael Sciandra, smartphone memang jadi salah satu pengganggu saat melakukan aktivitas belanja, entah itu membuat pengguna tidak fokus dan salah ambil barang, atau cenderung dipengaruhi karena ada salah satu barang yang dilihat menarik di smartphone, kebetulan ada di supermarket dan akhirnya barang tersebut dibeli.

"Studi kami menunjukkan berbagai perilaku konsumen saat berbelanja sambil menggunakan smartphone dan hal ini memperlihatkan betapa berpengaruhnya alat komunikasi ini terhadap hidup kita, baik positif maupun negatif," ujar Sciandra.

Jadi, lain kali ketika akan berbelanja, tutup dulu smartphone kamu dan fokuslah berbelanja, ya! Jika tidak, bisa-bisa uang habis membeli barang yang tidak perlu.

2 dari 3 halaman

Jangan Sembarang Isi Baterai Ponsel di Mobil, Ini Risikonya

Kesibukan yang tinggi menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang harus menghabiskan waktu mereka di jalan. Dengan durasi yang terbilang pendek di rumah, mengisi baterai ponsel juga sering harus dilakukan di mobil.

Sistem pengisian daya baterai ponsel di mobil memang kerap menjadi keuntungan tersendiri. Sebab hal ini bisa menjadi solusi ketika Anda sedang dalam perjalanan panjang dan membutuhkan pengisian baterai ponsel dengan segera.

Ketika dalam kondisi darurat, hal ini tentu cukup membantu. Baterai ponsel Anda bisa kembali terisi dengan mudah, tanpa Anda perlu bersusah payah untuk mencari tempat/lokasi yang memiliki jaringan listrik selama perjalanan Anda.

Namun meski begitu, langkah ini juga tidak direkomendasikan oleh sejumlah produsen mobil, sebab dianggap berisiko dan dapat menimbulkan berbagai masalah yang serius. Hal ini tentu patut Anda pahami dengan baik, sebelum akhirnya memutuskan untuk menggunakan fitur yang satu ini di mobil Anda.

Bagaimanapun juga, keamanan Anda tentu menjadi hal terpenting yang harus selalu diutamakan, bukan?

Pahami Risikonya dengan Baik

Kebutuhan yang begitu tinggi terhadap ponsel (smartphone) memang menjadi salah satu alasan mengapa selalu penting untuk menjaga kondisi daya baterai masih memadai. Jika tidak, maka melakukan pengisian daya harus segera dilakukan, bahkan ketika sedang dalam perjalanan.

Pengisian daya baterai di dalam mobil memang dapat menjadi pilihan, namun juga memiliki risiko yang patut Anda pahami dengan baik. Berikut ini adalah beberapa risiko yang bisa timbul akibat aktivitas pengisian daya baterai ponsel di mobil, seperti dikutip dari Cermati.com.

3 dari 3 halaman

Ini Resikonya

1. Membuat Baterai Lebih Cepat Rusak

Pengisian baterai di mobil biasanya dilakukan dengan menggunakan output lighter. Hal ini bisa membuat kondisi baterai menjadi lebih mudah rusak, sehingga tidak disarankan oleh para produsen mobil.

Pada umumnya baterai akan menggembung dan mengalami kerusakan yang jauh lebih cepat, jika dibandingkan dengan baterai yang diisi dengan menggunakan sumber listrik di rumah. 

2. Bisa Menimbulkan Ledakan

Baterai ponsel meledakIlustrasi isi daya baterai ponsel.Dalam kondisi tertentu, baterai tidak hanya bisa mengalami kerusakan saja, namun juga bisa meledak. Kondisi seperti ini bisa terjadi akibat panas yang terlalu tinggi atau bahkan hal lainnya yang tidak terduga. Ledakan seperti ini tentu sangat berbahaya, baik itu untuk Anda maupun untuk mobil Anda tersebut.

3. Menimbulkan Kerusakan pada Bagian Kelistrikan

Bukan hanya pada bagian baterai saja, aktivitas mengisian daya baterai ponsel di mobil juga bisa menyebabkan kerusakan pada mobil itu sendiri. Proses pengisian daya baterai ini sendiri akan menggunakan listrik.

Hal ini dapat menyebabkan kondisi listrik menjadi tidak stabil dan merusak bagian kelistrikan di dalam mobil. Kerusakan ini tentu akan sangat merepotkan, sebab bisa saja membuat berbagai bagian mobil tidak bisa bekerja dengan baik.

(Tik/Ysl)

Loading
Artikel Selanjutnya
IDC: Oppo dan Vivo Kuasai Pasar Smartphone Indonesia Q3 2019
Artikel Selanjutnya
Realme 5s Punya Baterai 5.000mAh?