Sukses

Startup Ini Ingin Jadi eCommerce Sewa Menyewa Paling Inovatif di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Startup lokal Sewasewa menilai kebutuhan yang meningkat atas persewaan barang maupun jasa masih belum dapat diakomodir oleh media yang memiliki informasi lengkap.

Kurangnya akses informasi menyebabkan harga tidak transparan. Bahkan, untuk mendapatkan barang incaran maupun jasa sesuai dengan kebutuhan, banyak memakan waktu sehingga tidak efisien.

Untuk menjawab tantangan dan permasalahan tersebut, Sewasewa hadir sebagai salah satu aplikasi dalam persewaan baik barang maupun jasa yang memungkinkan pengguna dapat memesan layanan langsung melalui aplikasi kapan pun dan di manapun secara praktis, mudah, dan aman.

"Pada tahap awal, kami akan hadir melayani area Jabodetabek, dengan scope yang sudah tersedia yaitu barang rumah tangga, barang event, dan barang industrial," kata Chairman Sewasewa Heri Wahyu Nugroho di Jakarta, Minggu (7/4/2019).

Heri mengungkapkan, tahun ini Sewasewa akan merilis aplikasi Android serta penambahan kategori, seperti wedding organizer, venue management, dan party.

"Pada tahun 2020, kami akan menjalin partnership dengan melakukan kerjasama dengan korporasi dan eCommerce serta menambah ruang lingkup di segmen pasar premium seperti mobil mewah, carter pesawat, dan lainnya," ucapnya menambahkan.

Ia pun dengan tegas mengatakan bahwa Sewasewa ingin menjadi eCommerce platform sewa menyewa tepercaya dan paling inovatif di Indonesia.

 

2 dari 2 halaman

Model Bisnis

Lalu, seperti apa model bisnis Sewasewa? CEO Sewasewa Yudi Dwi Harjo menjelaskan, pemilik atau penyedia barang/jasa akan melewati jembatan Sewasewa dalam melayani kebutuhan perseorangan/penyewa, korporasi, dan penyelenggara acara (baik EO, WO atau lainnya).

"Demikian juga sebaliknya, para konsumen baik perseorangan/penyewa, korporasi dan penyelenggara acara akan melalui jembatan Sewasewa dalam mendapatkan barang dan jasa yang akan di sewanya," paparnya.

Yudi menambahkan, Sewasewa ke depannya juga ingin masuk ke industri residential services management dan office services management.

(Isk/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
3 Persoalan bagi Perkembangan Startup di Indonesia
Artikel Selanjutnya
6 Alasan Bangun Usaha Sendiri Lebih Berisiko Dibanding Ikut Waralaba