Sukses

XL Axiata Bakal Matikan Jaringan 2G dalam 2 Tahun

Liputan6.com, Banyuwangi - Perusahaan telekomunikasi XL Axiata bakal segera menonaktifkan jaringan 2G yang selama ini masih digunakan sebagian kecil penggunanya.

Diungkapkan oleh Direktur Keuangan XL Axiata, Mohamed Adlan Bin Tajuddin, pendapatan data XL Axiata kini sudah lebih dari 82 persen. Karena itu, XL Axiata mendorong agar ada akselerasi konsumen dari layanan 2G ke 4G.

"Kami ingin akselerasi itu, memudahkan perpindahan konsumen dari 2G dan 3G ke 4G. Tahun lalu kami sudah mulai shutting down 2G dan akan terus lanjut di 2019. Dengan begitu kami berharap industri bisa lebih baik," tutur Adlan di acara Media Gathering XL Axiata di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (4/4/2019).

Ditambahkan Adlan, di tahun 2018, trafik 2G XL Axiata hanya tinggal 3 persen. Sementara 75 persen sudah 4G. "Ke depannya kami ingin matikan lebih banyak layanan 2G," ucapnya.

Petinggi XL Axiata saat memberikan keterangan terkait bisnis perusahaan di Banyuwangi, Kamis (4/4/2019). (Liputan6.com/ Agustin Setyo Wardani)

Diapun menjelaskan alasan kenapa layanan 2G harus dinonaktifkan. Hal ini tidak terlepas dari dampak finansial yang lebih besar yang ditanggung perusahaan.

"Pertama konsumsi listrik, teknologi 2G itu teknologi lama jadi tidak efisien secara penggunaan listrik. Kedua, dari segi spektrum. Dengan menggunakan teknologi baru bisa menghadirkan kualitas layanan yang lebih baik," kata Adlan.

Adlan menyebut, XL Axiata ingin menonaktifkan 2G paling lambat dalam 2 atau 3 tahun mendatang.

 

2 dari 2 halaman

Sudah Mulai Dimatikan Sejak 2018

Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D Yosetya memberikan pemaparan soal teknologi XL Axiata di Banyuwangi, Kamis (4/4/2019). (Liputan6.com/ Agustin Setyo W).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D Yosetya, menambahkan, sejak 2018 perusahaan telah mulai menonaktifkan 2G di berbagai cluster atau wilayah tertentu yang trafik 2G-nya rendah.

"(Penonaktifan 2G) dilakunan per cluster, saat trafik (2G) turun di titik tertentu akan shut down. Terkait program, sudah ada program yang mendorong pelanggan untuk beralih ke 4G, sudah disiapkan oleh tim marketing," ucapnya.

Yessie mmenambahkan, salah satu program yang dimaksud adalah dengan menyiapkan perangkat khusus berjaringan 4G yang harganya di bawah Rp 600 ribu.

"Device 4G ini untuk mempercepat pelanggan yang pakai 2G pindah ke 4G, jadi sudah ada program akselerasi 4G. Salah satunya untuk mitra yang melakukan transaksi (pembelian pulsa) menggunakan smartphone jadul, XL tengah mengembangkan agar tiap transaksi, mitra wajib menggunakan smartphone," kata dia.

Yessie lebih lanjut menambahkan, saat ini jumlah pelanggan 2G XL Axiata sekitar 10 persen dari total pengguna.

Terkait dengan jaringan 2G yang sudah dinonaktifkan, Yessie mengatakan, frekuensi jadi terbuka untuk ditata ulang.

"Nah, yang kita tata ulang untuk jaringan LTE, jadi ini 4G. Daerah-daerah yang di-shutdown 2G-nya ini akan kami tingkatkan bandwith-nya untuk layanan 4G," ujarnya.

(Tin/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
XL Axiata Persiapkan Belanja Modal Sebesar Rp 7,5 Triliun di 2019
Artikel Selanjutnya
Soal Jaringan di MRT, XL: Masih Gelap Gulita