Sukses

Tren Kamera Instan Mulai Digilai Kalangan Mainstream

Liputan6.com, Jakarta - Kamera instan, perangkat yang satu ini awalnya memang ditujukan khusus bagi pasar segmented. Pasalnya, tidak semua pengguna akrab dengan penggunaan kamera instan.

Tujuannya pun, paling tidak cuma hanya untuk hobi atau mengabadikan momen semata. 

Namun kini, kamera instan nyatanya sudah menjadi tren yang merebak di kalangan pengguna mainstream.

Hal tersebut, diakui langsung oleh Livia Setyabrata,  Asistant Marketing Manager Consumer Printing Fujifilm Indonesia. 

“Semakin ke sini, tren Instax (kamera instan besutan Fujifilm) di Indonesia sudah semakin banyak. Kami pikir awalnya justru cuma segmen tertentu yang bakal suka (dengan Instax),” kata Livia kepada Tekno Liputan6.com saat peluncuran Instax SQ20 di kawasan Setia Budi, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

“Mungkin karena anak muda zaman sekarang kan lebih suka explore dan berekspresi ya, makanya mereka menggunakan Instax untuk mengabadikan momen, karena bisa dibawa kemana-mana juga,” lanjutnya. 

Meski sudah menjadi tren, Livia sayangnya tidak mengumbar terkait pertumbuhan tren kamera Instax di Indonesia.

Begitu pun dengan target perusahaan untuk kamera Instax terbarunya, SQ20, yang baru akan dijual Desember 2018 mendatang.

2 dari 3 halaman

Fujifilm Instax SQ20 Masuk Indonesia, Ini Sederet Keunggulannya

Fujifilm akhirnya memboyong masuk kamera Instax generasi terbarunya, Instax Square SQ20 ke Indonesia.

Berbeda dengan seri terdahulu, Fujifilm SQ10, SQ20 mengusung sejumlah fitur baru yang diklaim cocok dengan karakteristik pengguna Instax, yang kebanyakan berasal dari kalangan anak muda yang eksploratif dan kreatif. 

Kamera ini juga merupakan kamera instan hybrid dengan sensor gambar digital. Dengan demikian, pengguna bisa memilih foto, meng-edit, menghiasnya dengan filter, lalu langsung mencetak foto tersebut. 

“Sekarang kita memperkenalkan lini baru Instax ke Indonesia, SQ20, yang hadir dengan desain stylish, ergonomis, dan mudah dibawa kemana-mana,” ujar Presiden Direktur Fujifilm Indonesia Noriyuki Kawakubo saat peluncuran SQ20 di Jakarta, Kamis (15/11/2018).

“Kami berkomitmen tak pernah berhenti berinovasi mengembangkan dan menghadirkan produk-produk yang dapat mejawab kebutuhan serta perubahan gaya hidup pengguna Instax yang dinamis, terutama di Indonesia,” tambahnya. 

Adapun Instax SQ20 hadir dengan sejumlah fitur yang terbilang variatif, seperti fitur motion grab.

Fitur ini memungkinkan pengguna dapat merekam video singkat dengan maksimal durasi 15 detik, dan setelahnya mereka dapat memilih frame foto terbaik dari video yang bisa dicetak langsung.

Selain itu, Instax SQ20 juga hadir dengan fitur time shift collage, di mana pengguna bisa mengambil empat foto yang berbeda dalam rentang waktu tertentu. Fitur ini mirip dengan mode burst pada kamera digital.

Adapun kamera dilengkapi built-in filter bernama Sequence yang dapat membubuhkan efek dinamis pada foto dengan adanya tambahan bayangan pada gerakan objek.

3 dari 3 halaman

4X Zoom dan Selfie

Menariknya lagi, Instax SQ20 juga dilengkapi dengan fitur Zoom 4X, yang memungkinkan kamera dapat melakukan zoom in objek sebanyak empat kali. 

Adapun untuk fitur selfie, pengguna bisa memanfaatkan kaca refleksi yang posisinya ada di samping lensa.

Instax SQ20 hadir dengan dua varian warna: hitam matte dan beige.

Kamera sudah mulai dijual seharga Rp 2,999 juta di Indonesia. Pengguna juga dapat bergabung dalam promo pre-order eksklusif di Blibli.com mulai 15-25 November 2018, atau juga membelinya via outlet resmi Fujifilm mulai Desember 2018.

(Jek/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Fujifilm Instax SQ20 Masuk Indonesia, Ini Sederet Keunggulannya