Sukses

Layanan Jual Beli Mata Uang Digital Tokocrypto Resmi Meluncur di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Setelah melewati tahap beta closed test pada Juli 2018, platform baru yang menawarkan layanan jual beli cryptocurrency (mata uang digital) Tokocrypto, akhirnya resmi meluncur ke Indonesia.

Layanan ini menawarkan transaksi jual beli mata uang digital Bitcoin dan Ethereum, yang berbasis teknologi Blockchain.

Peluncuran Tokocrypto sendiri mengambil momen konferensi In Blocks 2018 (Indonesia's Largest Blockchain Conference) yang dihelat di Grand Hyatt Jakarta, Sabtu (15/9/2018).

Dengan meluncurnya platform ini, Tokocrypto ke depannya akan melakukan beragam inisiatif, seperti edukasi publik, menjalin relasi dengan komunitas, dan tentunya yang paling penting: berkomunikasi dengan pemerintah dan regulator.

"Blockchain telah berkembang cepat selama beberapa tahun terakhir. Bahkan tak sedikit yang mengaku kalau Blockchain itu adalah teknologi revolusioner berikutnya," ujar pendiri dan CEO Tokocrypto Pang Xue Kai.

"Kami juga aktif menjalin hubungan dengan komunitas, dan pemerintah. Lewat peran ini, Tokocrypto ingin menyalurkan edukasi, informasi, dan pengembangan soal aset digital dan Blockchain di Indonesia," tambahnya lagi.

Tokocrypto pun tahu soal isu keamanan dan pengetahuan publik tentang mata uang digital dan Blockchain masih sangat terbatas, apalagi soal bursa dafang terbatas untuk aset digital. Karenanya, Tokocrypto menghadirkan platform yang sederhana dan mudah diakses, dengan transaksi yang cepat dan aman.

 

2 dari 3 halaman

Ekosistem Tokocrypto

Tokocrypto sendiri telah mengembangkan ekosistem dengan tiga fungsi penting yang saat ini sudah berjalan. 

Pertama, ada Toko News, di mana merupakan platform yang menghubungkan orang Indonesia dengan informasi terkini tentang dunia aset digital.

Berikutnya ada Toko Outreach, di mana memungkinkan pengguna bisa berkumpul dan berbagi pengetahuan soal aset digital dan Blcokchain. Tokocrypto pun berkeinginan untuk bekerjasama dengan komunitas mahasiswa di universitas untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman soal peluang dan pemanfaata Blockchain.

Terakhir, ada Toko Launchpad. Dengan fungsi ini, masyarakat bisa diharapkan mendapat akses untuk berpartisipasi dengan proyek aset digital yang ada di dalam maupun luar negeri. Toko Launchpad bakal memanfaatkan keahlian dalam hal teknis, pemasaran, operasi, dan pengembangan bisnis dari seluruh dunia untuk memberikan panduan kepada proyek-proyek potensial.

3 dari 3 halaman

In Blocks 2018

In Blocks 2018 sendiri disponsori oleh TTC Protocol dan Rate3 Network. Konferensi ini dihadiri oleh para pegiat teknologi, pelaku bisnis, dan komunitas yang tertarik dengan Blockchain.

Adapun In Blocks 2018 menghadirkan 10 orang pembicara yang ahli di bidangnya masing-masing, mulai dari pendiri dan Presiden TTC Protocol Brian Cheong, pendiri dan CEO Rate3 Network Jake Goh, CEO BridgeX Jake Goh, dan masih banyak lagi.

(Jek/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Indodax Gelar Trading Contest untuk Dorong Pertumbuhan Aset Digital
Artikel Selanjutnya
Pekan dan Konferensi Blockchain Inblocks 2019 Berlangsung di Jakarta