Sukses

Kamera Nokia 8 Kantongi Skor Rendah, Ini Jawaban Zeiss

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu keunggulan terbaik dari Nokia 8 adalah fitur kameranya. Sistem kamera smartphone ini digadang-gadang sangat mirip dengan Mate 10 Pro.

Namun sayang, ketika kualitas kamera Nokia 8 diuji DxOMark, hasilnya tidak memuaskan.

Bahkan, hasil uji kamera Nokia 8 sangat jauh jika dibandingkan dengan Huawei Mate 10 Pro. Tercatat, skor DxOMark kepada Nokia 8 hanya mencapai angka 68.

Nilai tersebut tentu tergolong rendah, apalagi jika dibandingkan dengan flagship lain pada 2017. Padahal, Nokia 8 sendiri menggunakan lensa dari Carl Zeiss yang kiprahnya sudah tak diragukan lagi.

Ketika ditanyakan hal tersebut, Product Manager Zeiss Oliver Schindelbeck, mengaku tidak ambil pusing.

Namun sayang, ia tidak menjabarkan alasan mengapa Nokia 8 bisa mengantongi skor rendah. Yang pasti, Oliver menekankan pihaknya berfokus untuk membawa pengalaman holistik kamera terbaik ke perangkat smartphone Nokia.

"Fokus kami saat ini adalah ingin membawa pengalaman holistik pada perangkat yang kami kembangkan, untuk menghadirkan fitur imaging process terbaik," kata Oliver kepada Tekno Liputan6.com via conference call, Kamis sore (17/5/2018).

"Bagaimana pun, butuh waktu bagi kami untuk bisa mengembangkan fitur imaging process terbaik. Kolaborasi kembali dengan Nokia kali ini juga kami anggap sebagai proses pembelajaran agar kami bisa berusaha menghadirkan pengalaman kamera yang mumpuni," tandasnya.

Oliver juga menjelaskan, Zeiss terus berupaya untuk menyelaraskan komponen sensor, lensa, dan software agar bisa menciptakan hasil foto dan video yang baik.

"Kami ingin mencari keseimbangan yang baik dari semua komponen ini agar pengalaman imaging pengguna menjadi sempurna," tutup Oliver.

1 dari 3 halaman

Memuaskan Tapi Kurang

Berdasarkan keterangan para penguji, kamera Nokia 8 mampu menghasilkan gambar yang tereksposur dengan baik.

Keseimbangan white balance juga sangat baik. Namun, saturasi gambar cukup kurang sehingga pengguna tidak bisa mendapatkan color shading yang diinginkan.

Beda lagi dengan Dynamic Range yang bagus kalau Auto HDR diaktifkan. Sayang, fitur tersebut seringkali tak aktif, di mana situasi penambilan gambar memiliki kontras yang tinggi.

Beranjak ke faktor tekstur dan noise, smartphone ini juga ketinggalan. Foto yang dijepret sering memperlihatkan noise pada warna polos di area kontras, detailnya juga rendah dan kabur.

Sementara pada fitur autofocus dinilai akurat dalam setiap kondisi, tetapi bisa melambat dalam pencahayaan rendah.

Kalau di-zoom, kamera ini tidak memiliki lensa tele khusus sehingga tidak dapat menghasilkan kualitas zoom seperti smartphone dengan lensa tele.

2 dari 3 halaman

Nokia Kembali Pakai Kamera Carl Zeiss

Sempat dikabarkan tak lagi menggunakan lensa Carl Zeiss, HMD Global selaku pemegang lisensi merek Nokia ternyata baru saja mengumumkan kerja sama antara dua perusahaan tersebut.

Dilansir dari The Verge, Jumat (7/7/2017), melalui kerja sama ini nama Carl Zeiss dipastikan akan kembali terpampang di smartphone merek Nokia. Meski sudah resmi diumumkan, HMD Global belum mengungkap model Nokia yang akan dibekali lensa Carl Zeiss.

"Berkolaborasi dengan Zeiss merupakan bagian penting dari komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi pengguna," ujar CEO HMD Global Arto Nummela, saat mengumumkan kerja sama ini.

Pengumuman ini jelas mematahkan kabar yang sebelumnya menyebut HMD Global tak lagi menggunakan teknologi Pureview dan lensa Carl Zeiss di smartphone Nokia. Kendati demikian, khusus Pureview, teknologi pencitraan itu memang eksklusif digunakan model Lumia.

Teknologi pengolahan gambar itu tetap dipertahankan Microsoft saat menjual lini bisnis Nokia ke HMD Global. Karenanya, menarik untuk melihat teknologi pengolahan gambar apa yang akan dibenamkan HMD Global Global. 

Sebelumnya HMD Global juga telah menjalin kerja sama dengan Xiaomi. Menurut kabar yang beredar, sebagian smartphone Nokia yang diproduksi HMD Global akan menggunakan chipset besutan Xiaomi, Surge S1.

Namun, bukan perangkat premium yang akan menggunakan Surge S1, melainkan smartphone entry level. Informasi yang masih minim juga belum mengungkap smartphone model apa yang akan memakai chipset Xiaomi nantinya.

Sebagai informasi, Xiaomi memang telah mengeluarkan chipset perdana buatannya sendiri. Chipset ini memiliki prosesor octa-core dengan 4 inti Cortex-A53 2.2GHz dan 4 inti Cortex-A53 1.4Ghz.

(Jek/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Kecerdasan Buatan Bakal Dominasi Tren Kamera Smartphone
Artikel Selanjutnya
Usai Galaxy A6, Samsung Sudah Siapkan Galaxy J6