Sukses

5 Kematian Tragis Manusia Akibat Kecanggihan Teknologi

Liputan6.com, Jakarta - Kita tak bisa menampik kalau kecanggihan teknologi kini mulai menggantikan manusia. Berbagai pekerjaan yang dahulunya membutuhkan kinerja manusia untuk dilakukan, kini bisa digantikan oleh robot.

Pergantian berbagai jenis pekerjaan dengan robot pun telah terjadi di berbagai aspek.

Dengan meningkatnya ladang yang terotomatisasi dengan adanya robot, muncul masalah baru di mana robot berpotensi bisa mencederai manusia. Tak cuma cedera, angka kematian karena robot pun juga mulai naik.

Hal ini cukup memungkinkan terjadi pasalnya robot sendiri adalah perangkat buatan manusia yang tak sempurna. Jadilah manusia dianggap sebagai 'barang' juga oleh robot, karena kurangnya kecerdasan manusiawi dari benda tersebut.

Berikut beberapa kisah nahas dari manusia yang mati sebagai korban akibat kecanggihan teknologi.

2 dari 6 halaman

Kecelakaan Mobil Otonomos

Joshua Brown adalah orang pertama yang tewas di sebuah kecelakaan yang melibatkan mobil otonoosm. Ia tewas pada tanggal 7 Mei 2016 setelah Tesla Model S yang ia kendarai tak bisa membedakan antara langit dan truk 18 ban.

Tesla yang melaju dengan mode otonom masuk ke sela-sela bawah truk, lalu menabrak dua pagar pembatas dan tiang.

Tesla sendiri tak mau disalahkan atas kejadian ini. Sampai saat ini pun Tesla belum mengklaim bahwa mode otonomos di mobilnya sudah sempurna.

Sementara Brown dengan nekad mengendarai mobilnya dengan full mode autonomous di jalan utama. Dalam rekam jejak mobilnya, Brown hanya mengendarai mobilnya selama 25 detik dalam total 37 menit perjalanan.

Parahnya, menurut penelusuran National Transportation Safety Board AS, Brown sedang menonton film ketika dalam perjalanan, tepatnya film Harry Potter.

3 dari 6 halaman

2. Orang Pertama yang Tewas di Tangan Robot

Robert Williams adalah orang yang pertama tewas karena kecelakaan robot. Kecelakaan ini terjadi di pabrik Ford di Flat Rock, Michigan, pada 25 Januari 1979. WiIlliams terbunuh setelah lengan robot meninjunya ketika ia naik untu memanjat rak demi mengambil peralatan.

Ironisnya, peralatan tersebut harusnya diambil oleh si robot dan itu adalah tugasnya sehari-hari. Namun robot ini selalu menerima informasi yang salah dengan yang diinput, sehingga Williams memanjatnya sendiri.

Kejadian ini datang karena kurangnya pencegahan keamanan yang harusnya jadi prioritas sebelum mengoperasikan robot ini.

4 dari 6 halaman

3. Tragedi Volkswagen

Sebuah kejadiaan nahas terjadi di Pabrik Volkswagen di Baunatal, Jerman, pada 2015. Hal ini terjadi setelah seorang pria yang tak disebut namanya oleh Volkswagen, terbunuh oleh robot,

Pria ini adalah mekanik yang bertugas menyetel robot untuk bekerja memasang bagian-bagian mobil. Namun tak disangka, robot tersebut menjepitnya ke dinding logam, melukainya dengan serius dan akhirnya menjadikannya tak bernyawa.

Robot-robot yang digunakan untuk memasang bagian-bagian mobil ini sebenarnya disimpan dengan rapi di semacam kandang. Ketika kecelakaan terjadi pun, robot masih berada di sana, namun korban sangaja pergi ke sana untuk melakukan setelan rutin.

Menurut rilis resmi Volkswagen, insiden ini murni human error, karena pekerja lain yang berada dalam satu tim tidak tersentuh. Namun tindakan preventif harusnya bisa dilakukan sebelum ada insiden terjadi.

5 dari 6 halaman

4. Tubuh Diremuk Robot

Ana Maria Vital, seorang buruh di Golden State Foods di California, tewas di tangan robot pengangkat kotak.

Kejadian ini muncul saat Ana Maria berinisiatif untuk memperbaiki kotak yang macet di sebuah lengan robot. Namun ketika Ana Maria masuk ke 'kandang' robot untuk mengeluarkan kotak itu, robot yang masih menyala lalu menangkap dan mengangkatnya seakan ia adalah salah satu kotak yang harus diangkat.

Robot tersebut meremuk tubuh Ana Maria, sementara upaya untuk mematikan mesin gagal dan menariknya dari robot justru memperburuk keadaan.

6 dari 6 halaman

5. Lengan Ditusuk Robot

Pada 2015, seorang buruh muda bernama Ramji Lal di pabrik SKH Metals di India tewas ditikam oleh lengan robot yang seharusnya bekerja mengangkat dan mematri bahan besi.

Hal ini terjadi pasca sebuah lengan robot tidak mengangkat besi dengan benar, dan Lal memperbaiki posisinya. Ia tak seberapa cepat dalam memperbaikinya, dan akhirnya si robot tak disangka menikamnya tepat di perut, sembari teraliri listrik. Ia meninggal di rumah sakit karena luka dalam.

Reporter: Indra Cahya

Sumber: Merdeka.com

(Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
5 Brand Teknologi Asal Indonesia yang Mendunia
Artikel Selanjutnya
AXIQoe: Ekosistem Pengadaan Barang Tak Luput dari Peran Teknologi