Sukses

Tak Baca Deskripsi, Pembeli Keluhkan Barang di Lazada

Liputan6.com, Jakarta - Kasus salah baca deskripsi produk di e-Commerce Lazada Indonesia kembali terjadi. Jika sebelumnya produk antigores dikira sebagai smartphone Xiaomi, kali ini sebuah produk lemari boneka Barbie (lemari mainan) disangka sebagai lemari pakaian.

Gara-gara hal tersebut, pembeli yang memesan dan barangnya sudah sampai pun mengeluh di kolom komentar produk.

Informasi ini pertama kali diunggah oleh akun Facebook milik Mira Diend Ony pada 20 Januari 2017. Ia mengunggah tiga foto hasil screenshot yang memperlihatkan produk lemari mainan yang dijual, deskripsi produk, serta komentar dari pembeli yang telah menerima produk.

"Kebiasaan belanja orang Indonesia adalah tidak melihat deskripsi keterangannya. Udah jelas-jelas Lemari BARBIE. Barbie ya seukuran boneka. Kalau sebesar manusia itu boneka seks, wkwkwkwk," tulis Mira Diend Ony dalam unggahannya.

Sekadar diketahui, memang dalam screenshot pertama, disebutkan produk yang dijual adalah "Plastic Furniture Living Room Wardrobe for Barbie Dollhouse Accessories Toy" alias lemari untuk boneka Barbie.

Produk tersebut dijual Rp 226 ribu, tapi mendapat diskon sehingga harganya menjadi Rp 98 ribu. Pada laman deskripsi pun tertera jelas ukuran produk adalah 13,5cm x 7cm x 23cm.

 

1 dari 3 halaman

Gara-Gara Tak Baca Deskripsi

Diduga karena tak membaca deskripsi produk dengan baik, pembeli pun merasa tertipu ketika barang yang datang tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya, yakni lemari baju.

Dua di antara pembeli memberikan komentar berupa keluhan. "Ukurannya sangat kecil dan tidak sesuai harga, barang mirip mainan anak kecil. Kecewa total dan punya saya ada sedikit cacat," tutur salah satu konsumen.

Konsumen lainnya mengeluhkan hal serupa. "Saya cancel karena lemarinya hanya buat maenan anak, saya kira bisa dipakai buat lemari pakaian anak," tulis konsumen lainnya yang memberikan satu rating.

Hingga kini, unggahan di Facebook milik Mira Diend Ony telah dibagikan lebih dari 600 kali dan mendapat puluhan komentar dari pengguna internet.

2 dari 3 halaman

Antigores Dikira Smartphone Xiaomi

Kasus semacam ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, iklan berbunyi "Tempered Glass for Xiaomi Redmi Note 5A Screen - 100 Pcs" dikeluhkan oleh pembeli. Padahal, memang benar produk yang dijual si penjual adalah tempered glass alias antigores, bukan smartphone Xiaomi.

Harganya pun dibanderol penjual sebesar Rp 882.000 yang sudah didiskon dari Rp 1.260.000.

Banyak konsumen yang keliru karena sudah lebih dulu tergiur dengan harga yang didiskon berikut dengan gambar Redmi Note 5A yang terpasang. Alhasil, banyak yang membelinya dan meminta Lazada untuk mengembalikan uang mereka.

"Dear Lazada, saya mau membatalkan pesanan ini dikarenakan produk tidak menjelaskan apakah handphone atau acc (aksesori) saja. Mohon untuk membatalkan pesanan saya," ujar salah satu pembeli bernama Iwan.

"Maaf gan klo bisa pesanan saya di batalkan, saya kira hp hehehehe...maklum g tau bahasa inggris hihihhiii," ujar pembeli bernama Adhe.

"Maap yaa sebelumnya saya cuma mau mintak tolong agar pesanan saya dibatalkan saya kira ini hp rupanya bukan tolong ya Lazada pesanan saya yg ini dibatalkan," tulis pengguna bernama Fauzie Hermawan.

"gara2 ikutan program flash HP Xiomai Redmi 5 tadi pagi, tiba2 ini masuk keranjang. langsung beli gak cek lagi. ternyata bukan HP.. mau batalin gak bisa. coba hubgi customer care utk pembatalan gak bisa juga. hadeeuuh.. kena jebakan betmen. Apaan CS, suruh balikin saat kurir antar ke rumah. baru kali ini kecewa belanja di laz. lain kali tolong deskripsinya diperjelas biar gak merasa spt dijebak. buruk banget," tambah pengguna bernama Santi.

Tak mau mengalami kejadian serupa saat membeli produk bukan? Oleh karena itu, sebagai pembeli di e-Commerce, pastikan untuk selalu membaca keterangan deskripsi produk yang disajikan oleh pembeli. 

(Tin/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Cara Baru Belanja Online yang Lebih Interaktif di Bulan Ramadan 2018
Artikel Selanjutnya
Flash Sale Tak Berjalan Lancar, Tokopedia Angkat Bicara